Limbah IPAL Pabrik di Subsektor Cicalengka Bandung Kurang Dipahami, Bagus Dwiyanto Lakukan INI

photo author
- Rabu, 16 November 2022 | 23:05 WIB
Dansubsektor 16 wilayah Cicalengka Serma Bagus Dwiyanto mengungkap IPAL di pabrik atau perusahaan yang ada di wilayahnya  (Budi SK/ViewJabar.com)
Dansubsektor 16 wilayah Cicalengka Serma Bagus Dwiyanto mengungkap IPAL di pabrik atau perusahaan yang ada di wilayahnya (Budi SK/ViewJabar.com)

VIEWJABAR - Dansubsektor 16 wilayah Cicalengka Kabupaten Bandung Jawa Barat, Serma Bagus Dwiyanto menyambut silaturahmi Dansektor 21, Kolonel Inf .T. Bayu Wahyu Murwanto
Citarum Harum ke wilayahnya.

Kunjungan silaturahmi Dansektor 21 Citarum Harum ke wilayah  Cicalengka Subsektor 16, merupakan wujud koordinasi dalam pemantauan tugas DAS Citarum.

Subsektor 16 wilayah Cicalengka Kabupaten Bandung Jawa Barat terdapat anak sungai yang langsung bermuara ke sungai pusat, yaitu Citarum.

Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Terjerat Pinjol Rektor IPB Lapor Polisi Begini Modusnya

Dikatakan Bagus, pihaknya melakukan sinergitas dalam mengontrol terhadap pabrik pabrik atau perusahaan terutama yang sedang pembenahan IPAL.

"Yaitu pengecekan rutin selama atau minimal setiap bulannya 1 kali," kata Bagus di sela sela pendampingan kunjungan silaturahmi Dansektor 21 ke wilayah Cicalengka Subsektor 16 pada Rabu 16 November 2022.

Ditegasknnya, kontrol yang dilakukannya itu melibatkan komponen masyarakat, DLH dan Konsultan Limbah.

Baca Juga: Roadshow Dansatgas Sektor 21 Citarum Harum, Ajak Pabrik Textile Pikirkan Solusi Buang Limbah Lebih Baik

Khusus untuk PT. Wajatex, kata Bagus, permasalahannya adalah semula tidak memiliki IPAL karena dari pihak pabrik tidak tahu.

"Bahwa pabrik ini harus menggunakan IPAL," tuturnya.

Untuk kasus di PT. PGT Sindangwangi Perhutani milik BUMN, kata Bagus, bermula dari pengeluaran limbah berikut dengan lumpur ke sungai.

Baca Juga: Masih Ada Dugaan Masalah Dalam Penyelenggaraan Porprov Jabar 2022, KONI Jabar Kemana ?

Hal ini disebabkan overload jadi, lanjutnya lagi, kapasitas IPAL tidak mampu menampung air produksi yang sangat banyak.

Dan upaya yang dilakukan pihak PGT adalah menambah kapasitas IPAL, menambah proses biologi aerob dan menambah bak tangki.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi SK

Sumber: Wawancara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X