Selain Konservasi Lingkungan Hidup dan Destinasi, Abah Alam : Kujang Lambang Keadilan dan Kebenaran

photo author
Eko Aripyanto, View Jabar
- Minggu, 20 November 2022 | 11:27 WIB
Monumen Tugu Kujang Papasangan Di Puncak Gunung Bohong Kota Cimahi  (eko ariefiyanto/viewjabar)
Monumen Tugu Kujang Papasangan Di Puncak Gunung Bohong Kota Cimahi (eko ariefiyanto/viewjabar)

VIEWJABAR - Gunung Bohong di Kota Cimahi merupakan salah satu destinasi wisata yang kerap dikunjungi warga sekitar hingga luar Kota Cimahi, terlebih dengan adanya 'tugu kujang papasangan'.

Sesepuh Lingkar Alam (Kawargian Abah Alam) Adhitiya Alam Syah mengatakan, monumen gunung bohong itu dianggap sangat sakral terutama bagi anggota Brigif 15 Kujang II.

Baca Juga: Bandung Saksi Romantisme Percintaan Soekarno dan Ibu Kosnya, Inggit Garnasih

"Kenapa sangat sakral ya karena di puncak gunung itu merupakan tempat dilangsungkannya prosesi pembaretan berlambang Kujang," katanya.

"Dan kenapa dibangun monumen kujang pa pasangan, ya karena identik dengan budaya Sunda, jadi jelas korelasinya," sambungnya.

Dihubungi Minggu (20/11/22), salah seorang pemrakarsa pembangunan monumen tersebut menjelaskan, monumen tersebut tidak hanya sebagai upaya konservasi lingkungan hidup.

Baca Juga: Usai Hina Ibu Negara, Akun Twitter KoprofilJati Kabur dari Dunia Maya, Namun Identitasnya Sudah Beredar

"Tidak sebatas konservasi akan tetapi juga sebagai pelestarian atau pemuliaan nilai-nilai filosofis berkenaan dengan kujang, yang sangat sakral bagi masyarakat Sunda," jelasnya.

Dari gunung inilah, lanjut Abah Alam, jiwa dan semangat kujang sebagai identitas budaya Sunda akan terpancar ke seluruh Nusantara, seiring dengan medan tugas pasukan Kujang I dan II.

"Tugas pasukan Kujang I dan II ini, dinilai tidak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah Kodam 3 Siliwangi, Siliwangi adalah rakyat Jawa Barat (Jabar), rakyat Jabar adalah Siliwangi," ujarnya.

Baca Juga: Spanduk Bertuliskan Ajakan Moral Pemeliharaan DAS, Andalan Subsektor 01 Sampaikan Sosialisasi

Monumen ini membuat masyarakat Jabar semakin bangga karena memiliki Brigif 15 dan 17 yang berasal dari Jabar, monumen kujang ini tentunya sangat menginspirasi.

"Tidak hanya menginspirasi Siliwangi tapi juga menjadi inspirasi bagi rakyat, bagi perajurit sebagai upaya meningkatkan jiwa semangat korsa," ungkap Abah Alam.

Baca Juga: Peristiwa Penting 20 November Hari Ini, Surabaya Jatuh ke Tangan Inggris

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Eko Aripyanto

Sumber: Liputan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X