Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Kang Emil : Jabar Tetapkan Hari Pencak Jabar 12 Desember

photo author
Eko Aripyanto, View Jabar
- Selasa, 13 Desember 2022 | 23:08 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Bersama Ketum IPSI Jabar Haji Phinera Wijaya (eko ariefiyanto/viewjabar)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Bersama Ketum IPSI Jabar Haji Phinera Wijaya (eko ariefiyanto/viewjabar)

VIEWJABAR - Ribuan pesilat dari berbagai usia hadir meramaikan peringatan tiga tahun Pencak Jawa Barat (Jabar) yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, di Halaman Gedung Sate, Senin (12/12/22).

Kegiatan ini ditujukan untuk memperingati momentum diakuinya pencak silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia oleh UNESCO. Diikuti 1.300 pesilat, Gubernur Jabar Ridwan Kamil gelar kegiatan bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jabar beserta Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Jabar.

Baca Juga: Jadwal Sholat Kabupaten Pangandaran Untuk Rabu 14 Desember 2022 Dan Doa Sholat Duha

"Kita harus bangga karena punya identitas budaya. Jabar harus bangga ekonominya juara, olahraganya juga juara," kata Ridwan Kamil atau Kang Emil.

Warga Jabar harus bangga dengan banyaknya prestasi dibidang olahraga yang juga termasuk dipadukan dalam budaya yakni pencak silat ini,

"Warga masyarakat Jabar harus bangga dengan prestasi olahraga yang digabungkan dengan budaya," katanya.

Baca Juga: SSB PP Garut Juara 2 Kelas Midle DCT Seri Internasional di Bali

Selasa (13/12/22) di Gedung Sate Bandung, Kang Emil mengungkapkan, pencak silat sangat populer untuk masyarakat Jabar, hingga pada 2019 lalu, UNESCO mengakui pencak silat sebagai WBTB Indonesia.

"Dan Jawa Barat menjadi provinsi pertama yang menetapkan Hari Pencak Silat pada tanggal 12 Desember, saat ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO," ungkapnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut dukungan, Pemprov Jabar berencana membangun kampung penca silat di kawasan Jatinangor Kabupaten Sumedang.

Baca Juga: Peluang Usaha Anti Bangkrut, Hanya 3 Bungkus Pop Ice Jadi 50 Es Lilin, Simak Cara Membuatnya

"Selain itu, penca silat juga diusulkan untuk masuk sebagai kurikulum di level sekolah dasar dan sekolah menengah," ujar Kang Emil.

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) IPSI Jabar, Haji Phinera Wijaya atau Kang Icak menyampaikan harapan agar kegiatan ini bisa menjadi media untuk membentuk masyarakat yang mampu mengikuti zaman, namun tidak melupakan akar budayanya.

"Selain itu, diharapkan juga agar meningkatkan minat generasi muda untuk mencintai dan melestarikan tradisi penca silat," ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Eko Aripyanto

Sumber: Liputan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X