Aam : Saya Mah Nungguan Baju Beres Dikaput, Dies Natalis SMAN 1 Cisayong Tasikmalaya Ke-10 Semarak

photo author
Budi SK, View Jabar
- Senin, 13 Februari 2023 | 17:40 WIB
Drs. Aam Abdullah M, S.Pd., M.M Kepala SMAN 5 Kota Tasikmalaya memperlihatkan buku kumpulan karya Literasi saat menghadiri Dies Natalis SMAN 1 Cisayong (Budi SK/ViewJabar.com)
Drs. Aam Abdullah M, S.Pd., M.M Kepala SMAN 5 Kota Tasikmalaya memperlihatkan buku kumpulan karya Literasi saat menghadiri Dies Natalis SMAN 1 Cisayong (Budi SK/ViewJabar.com)

VIEWJABAR - Ada hal aneh saat gelar Dies Natalis SMAN 1 Cisayong Kabupaten Tasikmalaya ke-10 pada Senin 13 Februari 2023.

Tentunya Dies Natalis SMAN 1 Cisayong ke-10 Kabupaten Tasikmalaya, panitia menyiapkan sejumlah undangan.

Tamu yang datang menghadiri Dies Natalis SMAN 1 Cisayong ke-10 berasal dari unsur muspika setempat, sesama Kepala SMAN yang masih aktif.

Baca Juga: Karomah Syekh Abdul Muhyi Pamijahan Sang Wali Allah dari Tasikmalaya

Dan Kepala SMAN yang sudah purnabakti dan pernah menjabat di SMAN 1 Cisayong.

Meski tamu yang datang di acara Dies Natalis SMAN 1 Cisayong Kabupaten Tasikmalaya kesiangan, panitia tetap memberikan sambutan hangat.

Tapi bagaimana jadinya jika tamu sesama Kepala SMAN datangnya kesiangan dan memberikan alasan nyeleneh, ini sesuatu tak biasa.

Baca Juga: Perjalanan Syekh Abdul Muhyi dalam Pencarian Gua yang ada di Pamijahan

Itulah yang diperlihat sosok Drs. Aam Abdullah M, S.Pd., M.M Kepala SMAN 5 Kota Tasikmalaya saat menghadiri Milad ke-10 SMAN 1 Cisayong.

"Saya mah datang terlambat teh ngadagoan anggeus baju batik dikaput," kata Aam.

Tidak dipungkiri sebagai seorang tamu undangan, ucap Aam, harus menghormati pihak penyelenggara yang telah memberikan penghargaan untuk hadir di acara tersebut.

Baca Juga: Abah Habib Luthfi bin Yahya Bakal Hadiri Haol Pertama Syekh Abdul Muhyi Pamijahan Tasikmalaya Besok

Dan sebagai bentuk rasa hormat terhadap pihak penyelenggara, ucapnya lagi, dirinya harus mengenakan pakaian baru, bersih, rapih dan wangi.

"Ieu teh bentuk ngahormati pribumi kudu make baju batik alus, matak saya ngadagoan beres ditukang ngaput jadi kaberangan," cetus Aam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi SK

Sumber: Liputan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X