Ada kalanya kita mendapatkan apresiasi. Namun ada pula saat ketika tulisan yang dibuat justru mendatangkan persoalan.
Tetapi semua itu merupakan bagian dari perjalanan.
Selama menjalani profesi ini sejak pertengahan 2017, saya belajar bahwa wartawan tidak hanya dituntut cepat dalam mendapatkan informasi. Wartawan juga dituntut teliti, kritis, berani, dan memiliki tanggung jawab moral terhadap apa yang disampaikan kepada masyarakat.
Di balik satu berita yang terbit, ada proses panjang yang sering kali tidak terlihat.
Ada langkah kaki yang harus ditempuh, waktu bersama keluarga yang dikorbankan, rasa lelah yang ditahan, malam-malam yang dilewati di lapangan, ancaman dan intimidasi yang pernah datang, hingga persoalan hukum yang harus dihadapi karena sebuah karya jurnalistik.
Namun, semua pengalaman itu justru menjadi bagian penting yang membentuk perjalanan saya sebagai wartawan.
Menjadi wartawan memang tidak selalu mudah. Tetapi ada kebanggaan tersendiri ketika apa yang kita kerjakan bisa memberikan informasi kepada masyarakat, membuka sebuah persoalan, menyuarakan mereka yang membutuhkan perhatian, atau mengungkap fakta yang sebelumnya tidak diketahui publik.
Inilah suka duka menjadi wartawan.
Sebuah perjalanan yang dimulai dari belajar menulis pada pertengahan 2017, belajar dari para senior, turun ke lapangan, menghadapi berbagai situasi, melakukan investigasi, menghadapi ancaman dan intimidasi, bahkan mempertanggungjawabkan karya jurnalistik hingga ke meja hijau.
Pada akhirnya saya menyadari satu hal:
Menjadi wartawan bukan hanya tentang menulis sebuah berita. Ini tentang keberanian mencari fakta, ketekunan menggali kebenaran, dan tanggung jawab menyampaikan informasi kepada masyarakat, apa pun risikonya.(*)
Artikel Terkait
Misteri Kematian Winda Lorenza, DPR Akan Panggil Polda Sumut dan Keluarga Korban
Festival Budaya Lembah Baliem Mendadak Mencekam, 2 Orang Jadi Korban Luka Tembak