VIEWJABAR-Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Selodoko Boyolali melakukan pelatihan pembuatan semprotan anti nyamuk alami dari tumbuhan serai. Pelatihan yang diprakarsai Tim II KKN Universitas Diponegoro 2023/2024 diikuti ibu-ibu PKK RT 02 RW 02 Desa Selodoko.
Pelatihan pembuatan anti nyamuk berbahan alami tersebut dipandu M. Dzaka Naufal mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Matematika Undip. “ Semprotan anti nyamuk ini lebih aman dan alami,” ujar Dzaka.
Baca Juga: Milenial dan Gen Z Berharap Bupati Bandung Dadang Supriatna Lanjutkan Kepemimpinan di Periode Kedua
Lebih jauh Dzaka menerangkan, serai dengan nama lain Cymbopogon, mengandung minyak atsiri sebagai kandungan utama seperti geraniol dan sitronela yang efektif mengusir nyamuk. Hal tersebut sudah dibuktikan melalui penelitian-penelitian yang banyak dilakukan peneliti.
“Hasil penelitian menyebutkan, kandungan yang ada dalam serai bisa menghalangi nyamuk untuk mendeteksi keberadaan manusia, sehingga mengurangi kesempatan untuk nyamuk melakuan gigitan terhadap manusia,” terang Dzaka.
Menurut Dzaka, pembuatan semprotan anti nyamuk dari serai cukup sederhana dan juga murah. “Dengan mencampurkan ekstrak minyak serai dengan dan alkohol 70% dengan perbandingan 3:7, kita dapat menghasilkan semprotan yang efektif, aman digunakan pada kulit anak-anak maupun dewasa dan awet untuk beberapa bulan,” terangnya.
Ibu-ibu PKK peserta pelatihan tampak antusias dan terlihat penasaran dengan semprotan anti nyamuk alami tersebut.
Edukasi dan sosialisasi semprotan anti nyamuk alamai berbahan serai ini berperan untuk mengurangi risiko penggunaan bahan kimia berbahaya dan memberikan solusi ramah lingkungan serta mudah diakses oleh semua kalangan.
Di Desa Selodoko ketika masuk musim hujan kadang menyisakan banyak genangan air yang dapat ditumbuhi jentik-jentik nyamuk, ini mengundang kekhawatiran besar masyarakat.
“Kalau lagi hujan, banyak banget nyamuknya,” terang salah satu warga di Dusun Selondoko.
Dzaka lanjut menjelaskan terkait lingkungan bersih dan bebas genangan air merupakan awal tahap pencegahan yang wajib dilakukan. Sayangnya, masih banyak yang bergantung pada penggunaan obat nyamuk berbahan kimia untuk melindungi dari gigitan nyamuk.
Penggunaan obat nyamuk berbahan kimia memang efektif dalam jangka pendek, namun memiliki risiko jangka panjang karena bahan kimia berbahaya.
Artikel Terkait
DPMA IPB Unversity Berikan Pembekalan Kepada Mahasiswa KKN-T Inovasi ke -2 dan Pengenalan Platform IPB Digitani
Festival dan Bazar UMKM Tanjungsari, Promosi OPOV Ala KKN Tematik