Disclaimer
*) Tulisan ini merupakan catatan dan refleksi yang disusun berdasarkan pengalaman pribadi penulis selama menjalani profesi sebagai wartawan sejak pertengahan 2017. Seluruh kisah, pengalaman, serta sudut pandang yang disampaikan merupakan bagian dari perjalanan pribadi penulis dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Ditulis Oleh : Adis Cahyana
BANDUNG, ViewJabar.com - Menjadi wartawan bukan sekadar menulis berita, mengejar narasumber, atau datang ke lokasi kejadian. Di balik sebuah berita yang dibaca masyarakat, ada cerita panjang tentang perjuangan, waktu yang dikorbankan, tekanan yang harus dihadapi, bahkan risiko hukum yang terkadang datang setelah sebuah karya jurnalistik dipublikasikan.
Perjalanan saya sebagai wartawan dimulai pada pertengahan 2017. Saat itu, saya mulai belajar menulis dan mengenal lebih jauh dunia jurnalistik. Banyak hal yang awalnya tidak saya pahami.
Saya kemudian belajar dari para senior, mulai dari bagaimana mencari informasi, melakukan verifikasi, menggali keterangan dari berbagai sumber, hingga memahami kerja-kerja jurnalistik investigasi.
Belajar dari para senior menjadi pengalaman yang sangat berharga. Dari sana saya memahami bahwa seorang wartawan tidak cukup hanya pandai menulis.
Ia harus berani bertanya, teliti menggali fakta, mampu membaca situasi, melakukan konfirmasi, dan yang paling penting, tetap memegang prinsip dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak kejadian yang saya temui di lapangan. Tidak semuanya berjalan mudah. Ada kalanya pekerjaan membawa saya pada situasi yang penuh tekanan.
Saat menelusuri kasus-kasus tertentu, saya beberapa kali menghadapi ancaman dan intimidasi. Situasi seperti itu tentu tidak selalu mudah. Ada rasa khawatir dan tekanan, bahkan terkadang muncul pertanyaan dalam diri, apakah harus berhenti atau tetap melanjutkan?
Namun, di situlah mental seorang wartawan benar-benar diuji.
Selama informasi yang dicari menyangkut kepentingan publik dan prosesnya dilakukan dengan mengedepankan kaidah jurnalistik, saya berusaha tetap menjalankan tugas dengan penuh kehati-hatian.
Menjadi wartawan juga berarti harus siap dengan satu kenyataan: profesi ini tidak mengenal jam kerja.