Penurunan kadar estrogen setelah menopause dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih kaku sehingga mengganggu aliran darah.
Baca Juga: Kemenag RI Segera Gelar Pemantaun Hilal Awal Ramadhan, Simak di Sini
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Circulation American Heart Association inipun menggunakan data dari Study of Women's Health Across the Nation (SWAN), yang memantau ribuan wanita selama 22 tahun.
Penelitian ini melibatkan wanita pra menopause berusia 42 hingga 52 tahun pada 1996, yang kemudian melacak selama 16 tahun berikutnya.
Selama masa penelitian, ada 200 kejadian kardiovaskular yang dilaporkan, sedikitnya ada 23 di antaranya mengakibatkan kematian.
Baca Juga: Polres Garut Bongkar Aksi Kejahatan Libatkan Oknum Polisi Aktif, Ini Fakta
Peristiwa kardiovaskular didefinisikan sebagai infark miokard atau serangan jantung dan menerima pengobatan untuk penyakit arteri koroner. Sekitar 10 persen melaporkan kesulitan tidur setiap malam, sementara seperempatnya mengaku terbangun beberapa kali di malam hari.
Data menyebutkan sedikitnya 363 (14 persen) melaporkan rata-rata tidur kurang dari lima jam setiap malam. Sementara 760 (30 persen) mengatakan tidur lebih dari delapan jam semalam.
Sedangkan 1.395 atau (55 persen) melaporkan rata-rata tidur sekitar enam jam 30 menit setiap malam. Para peneliti melakukan analisis dengan menyesuaikan berbagai faktor termasuk usia, indeks massa tubuh, etnis, pendidikan, dan kondisi yang mendasarinya.
Dari temuan itu para pakar kesehatan dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa wanita yang tidur kurang dari lima jam per malam rata-rata menderita penyakit ini, 72 persen lebih dan mungkin menderita penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidur enam setengah jam setiap malam.
Bahkan dalam analisis kedua para ahli kesehatan melihat laporan gejala insomnia seperti kesulitan tidur, terbangun beberapa kali dalam semalam, atau bangun lebih awal dari yang direncanakan.
Penelitian itu mengungkap bahwa mereka yang rata-rata tidur kurang dari lima jam per malam dan mengalami gejala insomnia lebih dari tiga kali sepekan, memiliki kemungkinan 75 persen lebih besar untuk menderita penyakit jantung.***