VIEWJABAR - Peluncuran Starship buatan SpaceX untuk kedua kalinya mengalami kegagalan dan meledak di luar angkasa.
Pesawat antariksa tersebut lepas landas dari situs peluncuran milik perusahaan Elon Musk Starbase yang berlokasi di dekat Boca Chica, Texas dan berhasil mendorong pesawat antariksa tersebut sejauh 90 kilometer di atas permukaan tanah.
Booster Super Heavy dari roket tersebut terlihat berhasil melakukan manuver penting setelah berhasil melepaskan diri dari inti Starship. Namun, tak lama kemudian meledak di atas Teluk Meksiko sesaat setelah melepaskan diri.
Meskipun demikian, Booster inti Starship tetap meluncur menuju luar angkasa. Namun, tak lama berselang kontrol misi SpaceX kehilangan kontak dengan pesawar luar angkasa tersebut.
"Kami telah kehilangan data dari tahap kedua.. sepertinya kami mungkin telah kehilangan (peluncuran) tahap kedua," ucap pembawa acara livestream SpaceX, John Insprucker.
Kurang lebih sekitar delapan menit setelah peluncuran, tampilan kamera pelacak dari Booster Starship menampilkan ledakan yang menunjukkan pesawat tersebut gagal.
Tercatat, ketinggian yang telah dicapai pesawat Starship tersebut menembus angka 148 kilometer dari atas permukaan tanah.
Peluncuran pesawat Starship ini merupakan upaya kedua dengan menumpang di atas booster roket Super Heavy.
Badan Administrasi Penerbangan Federas AS (FAA) yang mengawasi situs peluncuran swasta mengkonfirmasi kesalahan terjadi yang berakibat kehilangan pesawat dan menambahkan tak ada kerusakan gedung yang dilaporkan maupun jatuhnya korban luka.
Baca Juga: Jadwal Sholat Hari Ini Kota Bogor dan Sekitarnya, Minggu 19 November 2023
Elon Musk, selaku pendiri SpaceX menilai Starship pada akhirnya akan menggantikan roket "pekerja keras" Falcon 9 sebagai bagian pusat dari bisnis peluncuran luar angkasanya.
Keberhasilan tes akan menandakan langkah kunci menuju capaian ambisi SpaceX untuk memproduksi pesawat antariksa yang besar dan multiguna.***