Penderita Diabetes di Indonesia Terus Meningkat. Ini Jumlahnya di Tahun 2045

photo author
Daffi Darmawan, View Jabar
- Selasa, 27 Agustus 2024 | 07:34 WIB
Penderita diabetes di Indonesia diperkirakana kan terus meningkat. PT Kalbe Farma berhasil membuat insulin lokal dan sudah masuk BPJS.*
Penderita diabetes di Indonesia diperkirakana kan terus meningkat. PT Kalbe Farma berhasil membuat insulin lokal dan sudah masuk BPJS.*

VIEWJABAR.COM-Berdasarkan laporan International Diabetes Federation (IDF), Indonesia berada di peringkat kelima negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak.

Angka penderita diabetes juga diperkirakan akan terus bertambah. Bahkan pada 2045 diperkirakan akan mencapai 28,6 juta penderita diabetes di Indonesia.

PT Kalbe Farma Tbk berhasil memproduksi insulin nasional dengan merek Ezelin dan telah mendapatkan sertifikasi halal dan memiliki TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) tertinggi di Indonesia.

Baca Juga: Peringati Harganas, Kota Bandung Gelar Gebyar Gerakan Bandung Zero New Stunting, Ini Tujuannya

Selain itu, Ezelin juga sudah masuk dalam daftar formularium nasional (fornas), yang berarti dapat ditanggung oleh jaminan kesehatan nasional (JKN) BPJS Kesehatan. Hal itu sanagat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya penderita diabetes.

“Produk ini namanya Ezelin, itu insulin glardin, itu juga pertama di Indonesia yang produksi dengan tingkat kandungan dalam negeri sebanyak hampir 50 persen dan halal, sehingga produk itu bisa memenuhi kebutuhan dari pasien penyakit diabetes dan juga aman digunakan karena halal. Karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Muslim, jadi saya rasa Kalbe juga harus memenuhi kebutuhan itu,” kata Direktur PT Kalbe Farma Tbk Mulia Lie saat memberikan keterangan pers pada gelaran Pharmacist Xperience di Jakarta akhir pekan lalu.

Lebih jauh Mulia menyebutkan, produk baru tersebut menjadi jawaban atas permintaan insulin, termasuk BPJS yang memang mengharuskan biaya pengobatan menjadi lebih terjangkau agar biayanya dapat dihemat untuk hal-hal yang lain, tapi masih dengan kualitas yang setara dari produksi luar negeri lainnya.

Baca Juga: Lepas Ekspor Garmen ke Amerika Serikat, Bey Machmudin: Momentum Kebangkitan Industri Tekstil Jabar


Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mendukung terobosan besar dunia kesehatan Indonesia yang  mampu memproduksi insulin lokal. Menurutnya, hal itu memiliki potensi besar untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor insulin.

"Ini hal yang bagus dan perlu didukung oleh semua pihak. Keberhasilan ini tidak hanya menandai peningkatan kualitas produk kesehatan dalam negeri, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada obat-obatan impor, termasuk insulin," ujarnya dalam keterangan rilis, Senin 26 Agustus 2024.

Menurutnya, hal itu adlaah sebuah langkah maju yang signifikan bagi industri kesehatan nasional.

"Saya sangat mengapresiasi inovasi ini, yang menunjukkan bahwa kita mampu memproduksi obat-obatan berkualitas tinggi dengan bahan baku lokal sekaligus dapat meringankan beban masyarakat," tuturnya.

Baca Juga: Desa Belangian, Desa di Geopark Meratus yang Tak Terendam Danau Riam Kanan

 Menurut Rahmad, Insulin lokal ini tidak hanya akan membantu menurunkan biaya pengadaan obat melalui pengurangan impor, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan lebih lanjut di bidang farmasi dalam negeri. Dengan masuknya insulin lokal ke dalam fornas, Indonesia kini memiliki peluang untuk menjadi lebih mandiri dalam penyediaan obat-obatan penting, yang selama ini didominasi oleh produk impor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Suhaeri

Sumber: ANTARA, Parlementaria DPR RI, dpr.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X