Peringati Harganas, Kota Bandung Gelar Gebyar Gerakan Bandung Zero New Stunting, Ini Tujuannya

photo author
Ivan Warga, View Jabar
- Minggu, 25 Agustus 2024 | 08:36 WIB
Acara Gebyar Gerakan Bandung Zero New Stunting di Balai Kota Bandung, Sabtu 24 Agustus 2024. (Humas Kota Bandung)
Acara Gebyar Gerakan Bandung Zero New Stunting di Balai Kota Bandung, Sabtu 24 Agustus 2024. (Humas Kota Bandung)

VIEWJABAR.COM - Pemkot Bandung menggelar gebyar Gerakan Bandung Zero New Stunting dengan tema Keluarga Hebat Untuk Kota Bandung Maju Berkelanjutan (Hajatan) di Balai Kota Bandung, Sabtu 24 Agustus 2024.

Dalam kegiatan untuk memperingati Hari Keluarga Nasioal (Harganas) itu tersedia wahana edukasi keluarga seperti, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat), stand pelayanan publik dan ketahanan keluarga, Kampung Keluarga Berkualitas dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (Kie) kesehatan reproduksi.

Selain itu ada stand UMKM, aksi donor darah hingga pemeriksaan kesehatan gratis.

Dalam acara itu, Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengatakan, keluarga menjadi sebuah ketahanan yang wajib diberikan. Ini sejalan dengan tema tahun ini yaitu Hajatan (Keluarga Hebat Untuk Kota Bandung Maju Berkelanjutan).

Baca Juga: Jabar Gelar Konferensi Ekonomi Kreatif Internasional Connecti:City 2024, Ini Tujuannya Menurut Pj Gubernur

"Ini maknanya, jika membangun sebuah komitmen didasari ketahanan keluarga. Fenomena ketahanan keluarga parameter indiatornya itu IPM (Indeks Pembangunan Manusia) ada tiga parameter, indeks kesehatan, pendidikan dan daya beli," tuturnya seperti dilansir dari laman resmi Pemkot Bandung.

Ia mengungkapkan, soal stunting menjadi salah satu indikator angka harapan hidup. Pasalya, tahun 2045 merupakan masa Indonesia emas.

"Ini bonus demografi. Satu di antaranya permasalahan stunting. Di Kota Bandung tahun 2023, masih 16.3 persen, Desember 2024 ditargetkan 14 persen," ujarnya.

"Tidak boleh ada sama sekali itu stunting baru. Stunting lama itu kita jaga sampai bertahan, yang punya stunting kita treatment tidak mungkin oleh satu dinas saja, ini semuanya mesti bersama," imbuhnya.

Baca Juga: Desa Belangian, Desa di Geopark Meratus yang Tak Terendam Danau Riam Kanan

Sebagai upaya, Pemkot Bandung telah menghadirkan e-penting sebagai pendataan yang terstruktur dengan baik mulai dari kewilayahan, posyandu hingga dinas terkait.

"Kita punya strategi, punya sistem informasi yang mudah manfaatkan untuk update data. Mulai Posyandu, RT, RW, lurah camat dengan memaksimalkan e-penting. Ini boleh diinput hanya manakala mendapatkan validasi dari puskesmas. Ini lebih terdata, by name by address," bebernya.

Bambang mengungkapkan, terdapat tiga pokok penting dalam menciptakan keluarga yang sejahtera, yaitu bagaimana bisa mewujudkan keluarga hebat untuk Bandung berkelanjutan.

"Kita upayakan untuk membangun keluarga yang mampu berbenah diri, motivasi kita membangun keluarga yang lebih baik," tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ivan Warga

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X