Pengembangan Material Berbasis Selulosa & Nanoselulosa Dukung Agroindustri, Begini Kata Pakar IPB University

photo author
Asof, View Jabar
- Senin, 23 Oktober 2023 | 07:18 WIB
Pakar IPB University Prof Farah Fahma ungkap pengembangan material berbasis selulosa dan Nanoselulosa dalam mendukung Agroindustri ramah lingkungan (IPB University)
Pakar IPB University Prof Farah Fahma ungkap pengembangan material berbasis selulosa dan Nanoselulosa dalam mendukung Agroindustri ramah lingkungan (IPB University)

“Nanoselulosa dapat berperan sebagai pengontrol pelepasan minyak atsiri. Kemasan saset yang memuat butiran komposit silika-alginate-nanoselulosa secara kontinyu melepaskan minyak atsiri kayu manis hingga enam hari dan efektif menghambat mikroba patogen,” jelasnya.

Baca Juga: Jadwal Sholat Hari ini Kota Bogor dan Sekitarnya, Seni 23 Oktober 2023

Ia juga mengatakan, pihaknya bersama tim telah berhasil membuat film nanokomposit pati termoplastik-polivinil alkohol yang diperkuat dengan nanoselulosa dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS).

Selain itu, ia juga telah melakukan uji pada Cabai merah  yang dikemas dalam film pati termoplastik-polivinil alkohol mampu mempertahankan kesegaran hingga 12 hari pada suhu ruang.

Dosen IPB University di Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN), Fateta ini juga menyebut selulosa dan turunannya dapat diaplikasikan di bidang biomedis dan pertanian.

Baca Juga: Ketum Partai Gerindra Menunjuk Gibran Rakabuming Raka Sebagai Cawapres Prabowo Subianto, Berikut Profilnya !

Di bidang biomedis, aplikasi selulosa dan turunannya semakin diminati karena bersifat biokompatibel, memiliki toksisitas rendah, mampu mengontrol pelepasan obat, memiliki luas permukaan yang besar, memiliki kemampuan meniru matriks ekstraseluler dan mudah dimodifikasi.

“Selulosa pada bidang pertanian dapat diaplikasikan sebagai pengontrol pelepasan pupuk. Pupuk dengan pelepasan terkontrol merupakan solusi ramah lingkungan, meningkatkan efisiensi dan berdampak pada pertanian berkelanjutan," ujarnya.

Selulosa dan nanoselulosa merupakan matriks alami yang menguntungkan untuk mengendalikan kinetika pelepasan hara. Hidrofilisitas selulosa yang tinggi membantu menjaga kelembaban tanah untuk pertumbuhan tanaman.

Baca Juga: Presiden Jokowi Peringati Hari Santri Nasional 2023, Resmikan 3 Rumah Sakit dan Pengurus Pagar Nusa !

Menurut Prof Farah, tantangan ke depannya teknologi pemrosesan selulosa dan nanoselulosa akan banyak bersinggungan dengan green chemistry sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan zat berbahaya.

Di masa depan, teknologi manufaktur aditif mengalami perkembangan pesat untuk menghasilkan produk berbasiskan selulosa dan nanoselulosa. Pendekatan tersebut bertujuan untuk mendukung agroindustri berkelanjutan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Asof

Sumber: IPB University

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X