- Angkatan pertama Tahun 2021 sebanyak 120 orang
- Angkatan kedua Tahun 2022 sebanyak 165 orang
- Angkatan ketiga Tahun 2023 sebanyak 168 orang
Kabupaten Bogor Pionir Program Sekolah Pemerintahan Desa
Sementara Rektor IPB University, Arif Satria pada saat mewisuda 168 wisudawan Sekolah Pemerintahan Desa (SPD) menuturkan, bahwa IPB University telah hadir di 4.300 (57 persen) desa di Indonesia.
Menurutnya, Kabupaten Bogor merupakan yang pertama dan menjadi pionir pemanfaatan inovasi Data Desa Presisi.
“Desa merupakan tonggak kemajuan kabupaten Bogor, oleh karena itu sumberdaya manusia di desa mutlak menjadi pilar utama dalam pembangunan desa,” ujarnya.
Pengembangan SPD jelas Arif, ditujukan dalam rangka memberikan pembekalan kepada aparat desa mengenai pentingnya data desa.
Dengan keakuratan data itu lanjut Arif, diharapkan mampu memahami dan memanfaatkan potensi yang dimiliki desa.
“Data desa yang baik akan menjadi dasar perencanaan desa yang baik. Hal ini tentunya meningkatkan akurasi data secara nasional,” tuturnya.
Program Sekolah Pemerintahan Desa menghasilkan perubahan
Sementara Sekda Kabupaten Bogor, Burhanudin mewakili Bupati Bogor, dan membacakan sambutan Bupati. Dalam sambutannya Bupati Bogor Iwan Setiawan mengungkapkan, Pemerinatah Kabupaten (Pemkab) Bogor, bersyukur dapat bekerja sama dengan IPB University, melalui program SPD.
“Sebagai pilot project pertama dan satu-satunya di Indonesia, kami percaya SPD dapat menghasilkan perubahan yang cepat apabila digarap dengan sangat baik, dan para lulusan angkatan 3 mampu berkontribusi dalam memajukan desanya masing-masing,” harapnya.
Wisudawan Sekolah Pemerintah Desa angkatan pertama hingga angkatan ketiga telah mencapai 453 orang, semoga ilmu yang diperoleh dapat meningkatkan kinerja Kepala Desa, Petugas Operator Sosial dan Operator Spacial dalam menghadirkan data desa presisi.***
Artikel Terkait
Jadwal Sholat Hari Ini Kota Bogor dan Sekitarnya, Selasa 19 Desember 2023
Langgar Regulasi PSSI Soal Larangan Tim Tamu Datang ke Stadion, PERSIB Sesalkan Bobotoh yang Tetap Memaksa Datang ke Bali