Anak Gunung Krakatau Erupsi, Masyarakat Jangan Mendekat

photo author
Silmi Kaffatan, View Jabar
- Kamis, 11 Mei 2023 | 08:32 WIB
Erupsi anak Gunung Krakatau kembali terjadi dengan mengeluarkan abu vulkanik tebal pada Kamis 11 Mei 2023, masyarakat tidak boleh mendekat. Foto / ViewJabar/ instagram /.
Erupsi anak Gunung Krakatau kembali terjadi dengan mengeluarkan abu vulkanik tebal pada Kamis 11 Mei 2023, masyarakat tidak boleh mendekat. Foto / ViewJabar/ instagram /.

VIEWJABAR - Anak Gunung Krakatau di perairan Selat Sunda, Provinsi Lampung erupsi mengeluarkan abu vulkanik pada Kamis 11 Mei 2023.

Masyarakat diminta untuk tidak mendekati kawah Gunung Anak Krakatau dengan radius lima kilometer dari pusat kawah Gunung.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada pukul 05.19 WIB.

Baca Juga: Cara Mengisi Token Listrik PLN Di Blibli Beserta Syarat dan Ketentuan Umum

Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Deny Mardiono menjelaskan bahwa erupsi anak Gunung Krakatau tersebut terjadi pada pukul 05.19 WIB.

"Tinggi kolom letusan teramati lebih kurang 3.000 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya," kata Deny dilansir dari ANTARA Kamis 11 Mei 2023.

Menurut Deny erupsi anak Gunung Krakataui itu terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi lebih kurang 2 menit 12 detik.

Baca Juga: Duh Jalan Karangdan Rusak Berat Bikin Angkutan Keluar Masuk Bengkel, Sering Makan Korban Lagi

 Dijelaskan Deny erupsi anak Gunung Krakatau tersebut tidak terdengar suara dentuman. Namun mengeluarkan abu vulkanik dengan intensitas tebal.

Kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada status level III atau siaga yang sudah ditetapkan sejak 24 April 2022 lalu.

PVMBG merekomendasikan agar masyarakat, pengujung, wisatawan, maupun pendaki untuk tidak mendekati gunung api tersebut atau beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah aktif.

Baca Juga: Sosok Abdurrofi Abdullah Azzam Keturunan Ciung Wanara, Ini Biodata Lengkapnya

Sejak kelahiran Gunung Anak Krakatau pada Juni 1927 hingga saat ini, erupsi berulang kali terjadi, sehingga Gunung Anak Krakatau tumbuh semakin besar dan tinggi.

Karakter letusan Gunung Anak Krakatau berupa erupsi eksplosif dan erupsi efusif dengan waktu istirahat letusannya berkisar antara satu sampai enam tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Silmi Kaffatan

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X