VIEWJABAR - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Depok, Mary Liziawati akhirnya buka suara, terkait kisruh menu stunting tidak sesuai standar viral di media sosial.
Menu stunting dikeluhkan warga Depok, karena di duga tidak sesuai dengan standar harga maupun standar gizi, sebagaimana ramai diberitakan media.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Depok, Mary Liziawati menjelaskan persoalan menu stunting yang tengah menjadi sorotan banyak pihak.
Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan kota Depok
Berikut penjelasan selengkapnya Kadis Kesehatan kota Depok ;
1. Ikuti Juknis Kemenkes
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Mary Liziawati mengaku soal menu maknan sudah mengacu pada petunjuk teknis (juknis) Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
PMT jelas Mery yang diberikan kepada balita adalah PMT lokal yang menggunakan bahan dasar lokal yang diolah oleh UMKM.
"Kita mengikuti juknis tersebut dengan pemberian selama 28 hari dengan 6 hari kudapan dan 1 hari makanan bekal," katanya.
2. Warga Tak Familiar dengan Kudapan
Mary menjelaskan makanan yang dibagikan dan viral itu adalah kudapan. Masalahnya warga Depok yang protes tak familiar dengan kudapan.
"Ternyata masyarakat kita belum falimiliar dengan yang namanya kudapan," kata Merry.