Kisruh Menu Stunting Tidak Sesuai Standar, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Angkat Bicara !

photo author
Asof, View Jabar
- Jumat, 17 November 2023 | 10:53 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) kota Depok, Mary Liziawati menjelaskan kisruhnya menu stunting yang dinilai tidak memenuhi stadar oleh masyarakat Depok beberapa waktu lalu (Instagram @depok24jam)
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) kota Depok, Mary Liziawati menjelaskan kisruhnya menu stunting yang dinilai tidak memenuhi stadar oleh masyarakat Depok beberapa waktu lalu (Instagram @depok24jam)

3. Resep UNICEF

Pemberian PMT bukan berarti pemberian makanan dengan menu lengkap, Mery mengaku, selain mengacu pada juknis Kemenkes, pihaknya juga mengikuti resep UNICEF.

Baca Juga: Targetkan Penggunaan Video Assistant Referee (VAR) di Liga 1, PT LIB: Saat Ini Sudah Masuk Tahap Training Preparation

"Ini kan ramai, cuma dua tahu, cuma dua otak - otak. Dari buku resep yang dikeluarkan UNICEF, dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, bahwa memang di kudapan itu terdapat dua jenis protein hewani yang sudah mencukupi kandungan gizi untuk para balita," terangnya.

"Otak - otanya bukan otak - otak yang dijual di pinggir jalan, tapi otak - otak isinya telur. Sehingga kandungan gizinya sesuai dengan standar yang dikeluarkan Kemenkes," Mery menambahkan.

4. Anggaran Rp 4,3 miliar dari APBN

PMT itu baru pertama kali mendapat insentif daerah, pihaknya mendapat anggaran dari pemerintah pusat untuk PMT lokal sebesar Rp 4,9 miliar yang akan diberikan ke 38 Puskesmas di kota Depok.

Baca Juga: Tuding Hamas Miliki Pusat Komando Bawah Tanah, Pasukan Israel Serbu Rumah Sakit Al Shifa

"Per paket Rp 18.000 itu all in ada pajak, ada distribusi, ada kemasan, pencucian. Karena kita bilang ke vendor penyedia 'cuci dahulu' karena kita tidak ingin menambah timbunan sampah di kota Depok. (Paket) 9.882 tiap har selama 28 hari nanti numpuk (sampah) seperti apa, sehingga kita minta kemasannya yang dipakai ulang atau reuse," ujarnya.

5. Sudah Penuhi Standar Gizi

PMT yang diberikan kepada balita sudah memenuhi standar gizi. Hanya hal itu belum tersosialisi ke masyarakat hingga ramai diperbincangkan.

"Persepsinya selama ini yang sering dilakukan PMT kota Depok adalah PMT yang diberikan dengan non-anggaran pemerintah ya, baik pihak swasta, CSR perusahaan, kemudian dari PKK dengan anggaran sponsor, anggaran CSR gitu. Jadi selalu diberikan menu lengkap. Belum pernah memang PMT lokal dalam bentuk kudapan," katanya.

Baca Juga: Bersiap Mengarungi Rangkaian Pertandingan BRI Liga 1, PERSIB Fokus Pemulihan Kebugaran Fisik Pemain

6. Alasan tak ada rasa

Warga protes dengan menyebut tak ada rasa, menurutnya, orang tua terbiasa memberi makanan anaknya dengan tambahan gula, garam dan penyedap rasa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Asof

Sumber: Instagram @depok24jam

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X