nasional

Belum Setahun Diresmikan, Gerai Kopdes Pulau Buluh Batam Tutup Akibat Kendala Modal

Jumat, 24 Juli 2026 | 13:48 WIB
Tutupnya gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di Pulau Buluh, Batam yang menuai sorotan di media sosial. (Instagram.com/@kilaskepri)
BATAM, ViewJabar.com- Jagat media sosial tengah ramai menyoroti berhentinya operasional gerai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Pulau Buluh, Kota Batam.
 
Padahal, gerai koperasi tersebut belum genap satu tahun diresmikan oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, pada September 2025 lalu.
 
Saat awal diresmikan, gerai ini bahkan sempat digadang-gadang sebagai salah satu yang paling siap di Kota Batam.
 
Berdasarkan penelusuran di lapangan, gerai Kopdes tersebut awalnya menempati sebuah ruko berbahan kayu milik warga setempat dengan ukuran sekitar seperempat lapangan voli. Namun kini, kondisi bangunan tersebut telah beralih fungsi.
 
 
 
 
"Tutup karena dipakai rumah orang. Katanya harus punya gedung sendiri di tanah pemerintah," ujar salah seorang warga, dikutip dari unggahan akun Instagram @kilaskepri, Jumat (24/7/2026).
 
 
Menanggapi isu tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, menjelaskan bahwa pemerintah daerah sebenarnya telah memfasilitasi koperasi tersebut sejak awal.
 
 
Kemitraan dibangun untuk menyediakan kebutuhan pokok hingga distribusi gas, bahkan sebelum gerai fisik selesai dibangun.
 
 
"Awalnya walaupun gerainya belum jadi, mereka sudah mulai beroperasi. Waktu mulai itu kita fasilitasi kemitraan untuk penyediaan sembako maupun gas," ungkap Salim saat dikonfirmasi, Jumat (24/7/2026).
 
 
 
Terkendala Modal dan Pengelolaan
 
 
Salim membeberkan bahwa pada masa awal operasional, Kopdes Pulau Buluh sama sekali belum menerima bantuan permodalan dari pemerintah maupun skema pembiayaan lainnya.
 
Operasional murni hanya mengandalkan simpanan pokok dan simpanan wajib dari para anggota.
 
 
"Belum ada bantuan dana. Mereka waktu itu hanya mengandalkan simpanan pokok dan simpanan wajib anggota," tuturnya.
 
 
Ia menambahkan, bantuan pembiayaan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) saat ini masih dalam proses pencairan.
 
Di sisi lain, proyek pembangunan gerai fisik Koperasi Merah Putih tersebut kini sedang dilaksanakan oleh pihak Agrinas.
 
Keterbatasan modal awal ini dinilai menjadi faktor utama yang membuat pengurus kesulitan menjalankan usaha secara berkelanjutan.
 
Selain faktor finansial, kapasitas pengelolaan dari internal pengurus juga menjadi tantangan besar.
 
 
"Memang belum kuat. Mungkin juga dari sisi pengurusnya sendiri. Kami dari dinas sifatnya memfasilitasi, baik pendampingan kelembagaan maupun pembinaan," jelas Salim.
 
 
 
Progres Kopdes di Wilayah Batam
 
Terkait program Koperasi Merah Putih secara keseluruhan, Salim memastikan bahwa koperasi sudah terbentuk di seluruh 64 kelurahan yang ada di Kota Batam.
 
 
Namun, operasional secara serentak masih terkendala oleh masalah penyediaan lahan.
 
"Dari yang sudah memiliki lahan, sekitar 45 lokasi. Sebanyak 43 gerai sudah dibangun dan dua lainnya belum. Sisanya masih dalam proses pengajuan atau pencarian lahan," rinci Salim.
 
Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program ini.
 
Koordinasi intensif bersama berbagai pihak terkait, termasuk Kodim dan Agrinas, terus dipercepat agar pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di puluhan titik lokasi lainnya di Batam bisa segera rampung.(*)

Tags

Terkini