Hal yang sama disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud, Closed Loop menjadi wujud peran Pemerintah dalam mendorong terciptanya ekosistem pasar sehingga penggunaan sumber daya dapat lebih efisien dan mampu mengurangi risiko.
Baca Juga: Polres Tasikmalaya Menggelar Donor Darah Sambut Hari Ulang Tahun Polri ke 77
Dalam kemitraan tersebut, inovasi
teknologi dan praktik berkelanjutan pun harus dilibatkan untuk meningkatkan produktivitas dan memastikan ketahanan pangan jangka panjang serta berkelanjutan.
“Tidak hanya menjaga ketahanan pangan, yang paling penting adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan pendapatan petani kita supaya semangat untuk tetap bekerja dan berbudidaya tetap tinggi, oleh karena itu Program Closed Loop ditawarkan,” ucap Deputi Musdhalifah.
Pada kesempatan itu, Menko Airlangga melihat langsung hasil pertanian berupa sayuran dan buah-buahan juga melakukan tatap muka dengan sejumlah petani di wilayah Desa Nagori Panribuan.
Baca Juga: Izin Pesantren Al Zaytun Bisa Dibekukan Kemenag, Jika Terbukti Lakukan Hal Ini
Diakui para petani bahwa program Closed Loop telah membantunya dalam mendapatkan jaminan kepastian pasar dengan harga yang menguntungkan bagi
petani.
Di sisi lain, offtaker pun menyampaikan hal serupa yakni merasa terbantu
dengan adanya pogram tersebut karena dapat memperoleh dengan mudah komoditas yang dibutuhkan untuk produksi dalam jumlah yang besar, kualitas yang optimal.*