Pembaca pasti mengernyitkan kening. Kok bisa tubuh seorang manusia mengeluarkan api? Tapi itulah historigrafi, fakta tercampur opini, data bercampur dengan imajinasi.
Lepas dari Sultan Banten, Nyi Tanduran Gagang kemudian dinikahi oleh Sultan Mataram. Namun akhirnya Sultan Mataram pun menceraikan Nyi Tanduran Gagang.
Nina H Lubis menyebutkan, tiga sultan mantan suami Nyi Tanduran Gagang akhirnya bersepakat. Mereka akan menjual wanita cantik ini kepada Pemerintah Inggris.
Pemerintah Inggris pun bersedia menerima Nyi Tanduran Gagang dengan kompensasi tiga pucuk meriam. Masing-masing Sultan yang merupakan mantan suami Nyi Tanduran Gagang, menerima satu pucuk meriam.
Nina H Lubis mengatakan, cerita di atas menggambarkan nasib wanita zaman dahulu di mana sering dianggap hanya piala bergilir, bisa dialung boyong ke sana kemari.
Itulah cerita nasib tragis wanita Sunda yang ditukar dengan tiga pucuk meriam.***