Jabar Baheula: Tragis, Wanita Sunda Cantik Ini Akhirnya Ditukar dengan 3 Meriam

photo author
Lalan Tresna, View Jabar
- Rabu, 2 November 2022 | 13:45 WIB
 Ilutrasi wanita Sunda yang cantik ( Tangkapan layar YouTube Insights & Inspirative Channel)
Ilutrasi wanita Sunda yang cantik ( Tangkapan layar YouTube Insights & Inspirative Channel)

VIEWJABAR - Cerita Jabar Baheula kali ini menceritakan seorang wanita Sunda cantik namun bernasib tragis.

Cerita Jabar Baheula tentang tragisnya nasib wanita Sunda ini dikutip dari buku Tradisi dan Transformasi Sejarah Sunda yang disusun oleh sejarawan Unpad Hj. Nina H Lubis.

Nina H Lubis mengutip cerita tragis seorang wanita Sunda ini dari Wawacan Sajarah Galuh.

Menurut Nina, historiografi tradisional wawacan Sajarah Galuh ini salinannya dibuat kira-kira tahun 1889 -1894, atau abad 19. Jadi sudah lama sekali.

Diceritakan, Nyi Tanduran Gagang adalah wanita cantik keturunan Kerajaan Pajajaran.

Baca Juga: Miris, Inilah Kondisi Rumah Rohimah, ART Warga Limbangan Garut Korban Penganiayaan dan Penyekapan Majikan

Ketika dewasa ia dinikahi oleh Sultan Cirebon. Namun tak diceritakan siapa Sultan Cirebon yang menikahi Nyi Tanduran Gagang.

Yang jelas, tak lama kemudian, Sultan Cirebon menceraikannya.

Alasan Sultan Cirebon menceraikan Nyi Tanduran Gagang sangat mengejutkan. Menurutnya, ia menceraikan Nyi Tanduran Gagang karena ada bagian tubuh wanita ini yang mengeluarkan api!

Tak diceritakan bagian tubuh mana dari Nyi Tanduran Gagang yang mengeluarkan api.

Baca Juga: Sederet Produk Afi Farma dari Obat hingga Kecantikan yang 3 Produknya Berpotensi Merusak Ginjal

Setelah beberapa saat menjanda, Nyi Tanduran Gagang kemudian dinikahi oleh Sultan Banten.

Namun tak lama kemudian Sultan Banten pun menceraikan Nyi Tanduran Gagang.

Alasannya sama dengan Sultan Cirebon: Sultan Banten menceraikan Nyi Tanduran Gagang karena ada bagian tubuh wanita ini yang mengeluarkan api.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lalan Tresna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ada Apa di Pulau Kunti? Simak Penjelasannya di Sini

Minggu, 11 Februari 2024 | 07:46 WIB
X