Fakta Menarik Tentang Angklung yang Tidak Banyak Diketahui, Angklung Diakui UNESCO Sebagai Warisan Budaya

photo author
Silmi Kaffatan, View Jabar
- Kamis, 17 November 2022 | 20:23 WIB
Anak anak di masa lalu memainkan angklung. Angklung ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya. Foto / Facebook / Djoemena Gorgan/. (Silmi Kaffatan)
Anak anak di masa lalu memainkan angklung. Angklung ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya. Foto / Facebook / Djoemena Gorgan/. (Silmi Kaffatan)

VIEWJABAR- Alat musik angklung merupakan alat musik multitonal (bernada ganda) yang berkembang dari masyarakat Sunda.

Alat musik angklung berasal dari bahasa Sunda yaitu angkleung-angkleng yang artinya gerakan pemain mengikuti irama.

Sementara kata "kleung" merupakan suara nada yang di hasilkan dari alat musik tersebut dan mempunyai nada yang unik.

Baca Juga: Forum Kabah Membangun Deklarasi Anis Baswedan Untuk Presiden 2024 di Jogja, Pimpinan PPP Katakan Ini

Angklung juga memiliki beberapa jenis nama dengan keunikannya masing-masing yaitu angklung Kanekes, angklung Reog, angklung Dogdog lojor, angklung Badeng, dan angklung Padaeng.

Alat musik angklung  ini terbuat dari bambu, sehingga angklung mempunyai nada yang khas dengan nada yang berbeda beda.

Angklung dapat dibunyikan dengan cara digoyangkan. Sedangkan suara yang disebabkan oleh benturan badan batang bambu satu sama lain dapat menghasilkan bunyi yang bergetar.

Alat musik asli Indonesia ini dapat kita kenali karena terdiri dari 2 sampai 4 batang bambu yang digantung dalam rangka bambu dan diikat dengan tali rotan.

Baca Juga: INFO GEMPA HARI INI, BMKG Sebut Gempa Hari Ini Timur Laut Blitung

Pembuatan angklung tidak semudah yang kita kira di mana, batang bambu dipangkas dan dipotong dengan hati-hati oleh seorang pengrajin ahli.

Angklung juga terdiri dari tiga bagian utama, tabung suara (tabung Sora), tabung dasar (tabung dasar), dan rangka (raraga).

Dan kini angklung  terdaftar dan diakui sebagai karya Agung warisan budaya lisan dan nonbendawi manusia yang berasal dari Indonesia oleh UNESCO.

Alat musik angklung ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO pada tanggal 16 November 2010 lalu,

Tanggal tesebut dijadikan sebagai hari angklung sedunia. Dan ini yang seharusny kita semua bangga akan banyaknya warisan budaya yang diakui dunia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Silmi Kaffatan

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ada Apa di Pulau Kunti? Simak Penjelasannya di Sini

Minggu, 11 Februari 2024 | 07:46 WIB
X