Sementara salah satu orang tua dari korban, WS (35) mengungkapkan, perlakuan marbot masjid (MS) terhadap anaknya diperkirakan sudah terjadi sejak bulan Juli 2023 lalu.
"Kejadian persisnya saya kurang tahu, namun diduga pada bulan Juni Juli, karena anak saya sering main ke situ (area masjid)," kata WS kepada wartawan.
Namun menurut pengakuan anaknya kepada (WS), dia dipegang organ intimnya dari luar celana.
"Anak saya dipegang - pegang organ intimnya oleh MS dari luar celana dalamnya," katanya.
Selain itu, menurut pengakuan anaknya kepada WS, anaknya pernah dilecehkan di tempat tinggal MS.
"Pertama di rumahnya, lalu yang kedua kalinya di masjid," ujarnya.
Dalam melancarkan aksinya, MS acap kali membawakan makanan kepada anak WS yang masih berusia 4 tahun saat pulang ke rumah.
"Pas pulang biasanya bawa makanan, ketika ditanya dari siapa, anak saya bilangnya dari wa Mamat," ucapnya.
Marbot Masjid dilaporkan ke Polisi
Saat akan melaporkan ke polisi, WS kaget, selain anaknya yang menjadi korban pencabulan MS, ada 9 anak lainnya yang masih di bawah umur turut menjadi korban.
Aksi bejat marbot masjid, akhirnya diketahui oleh 10 orang tua korban, lalu para orang tua berkumpul, dan menyepakati, melaporkan aksi bejat Mamad Supriyatna ke Polisi.***
Artikel Terkait
Kisah Pilu Mahasiswi di Cianjur, Lupa Kunci Pintu Tengah Tidur Diperkosa dan Dirampok Tetangga Kosan !
Provinsi Jawa Barat Tertinggi DPT Pemilu 2024 di Indonesia, Guru Besar Komunikasi Politik UPI Bilang Begini!
Skybridge Penghubung Stasiun Bogor dan Stasiun Paledang Masih Berproses, Bisa Digunakan Awal Januari 2024
Jelang Melawat ke Markas Borneo FC, Kakang Rudianto Sudah Kembali Berlatih dengan Skuad Persib