Asuransi Disiapkan Pemkab Bogor 25.000 Hektare Sawah Terancam Puso, Iwan Setiawan: Kita Lindungi Para Petani

photo author
Asof, View Jabar
- Jumat, 27 Oktober 2023 | 13:07 WIB
Ilustrasi lahan pertanian di kabupaten Bogor yang mengalami kekeringan, dan mengancam para petani gagal panen atau puso, Pemkab Bogor siapkan asuransi untuk 25 ribu hektare yang kekeringan (Antara)
Ilustrasi lahan pertanian di kabupaten Bogor yang mengalami kekeringan, dan mengancam para petani gagal panen atau puso, Pemkab Bogor siapkan asuransi untuk 25 ribu hektare yang kekeringan (Antara)

VIEWJABAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, menyiapkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk 25.000 ha sawah untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan terjadinya gagal panen atau puso.

Mengantisipasi petani merugi, akibat kemarau panjang dan terjadi kekringan, hingga gagal panen atau puso, Pemkab Bogor siapkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk 25.000 ha sawah.

Jika benar - benar terjadi gagal panen atau puso para petani bisa mengklaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang sudah disiapkan Pemkab Bogor, sesuai dengan luas lahan masing - masing.

Baca Juga: Ketahuilah Mengonsumsi Buah Surga, Buah Tin bagi Kesehatan Tubuh, Simak di Sini

Bupati Bogor Iwan Setiawan, mengungkapkan bahwa penyediaan AUTP ada peningkatan dua kali lipat, dibandingkan tahun 2022 yang hanya 10 ribu hektare sawah.

"AUTP tahun ini kita naikkan jadi 25 ribu hektare untuk antisipasi kekeriangan. Karena sejak jauh hari juga BMKG telah memprediksi dampak kekeringan ini," ungkap Iwan.

Dampak El Nino Iwan menyebut sudah diprediksi oleh Pemerintah Kabupaten Bogor lewat Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) sejak jauh hari.

Baca Juga: Berbahagialah Jika Anda Gemar Melakukan Naik Turun Tangga, Simak di Sini Manfaatnya

Pihaknya berharap, asuransi ini dapat melindungi petani dari kerugian akibat gagal panen dengan klaim asuransi sebesar Rp 6 juta per hektare. Berbagai upaya lain juga terus dilakukan untuk meminimalisasi dampak kekeringan.

“Kita koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat untuk menangani dampak kekeringan ini,” terangnya.

Plt Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor, Tatang Mulyadi mengungkapkan dari penyediaan AUTP 25 ribu hektare, hingga kini baru sebanyak 16.800 hektare sawah yang diasuransikan.

Baca Juga: Kemensos Berikan Bantuan Fasilitas Air Bersih di Kabupaten Bogor, Tri Rismaharini : Air Itu Kebutuhan Pokok

"Kami terus mendorong agar mereka (para petani) yang belum mengasuransikan lahannya bisa segera masuk. Dan ini menjadi bukti pemerintah hadir melindungi para petani," jelasnya.

Biaya asuransi tersebut ditanggung pemerintah Kabupaten Bogor dan pemerintah pusat. Sehingga, petani tak perlu lagi membayar dan cukup mendaftarkan sawahnya kepada petugas agar dituntun masuk ke dalam sistem.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Asof

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X