VIEWJABAR - Galeri Bumi Parawira diresmikan Wali kota Bogor, Bima Arya, berlokasi di lantai 3 Gedung Perpustakaan kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah kota Bogor belum lama ini.
Dalam peremian galeri Bumi Parawira Bima Arya didampingi dua mantan walikota Bogor yakni Ir Muhammad (periode 1984-1989) dan Diani Budiarto (periode 2004-2014) serta pejabat Forkopimda kota Bogor dan undangan.
Galeri Bumi Parawira merupakan galeri lorong waktu yang menceritakan sejarah panjang kota Bogor dari masa ke masa, antara lain masa kerajaan Pajajaran dari mulai berdiri hingga runtuhnya kerajaan, masa kolonial, Orde lama, Orde Baru dan zaman Reformasi.
Dan Pemerintah kota Bogor, memberikan nama Parawira dapat diartikan sebagai rumah para pahlawan. Galeri ini akan dibuka untuk umum pada 2 Janurai 2024.
Usai diresmikan Wali kota Bogor, Bima Arya Galeri ini bisa menjadi destinasi wisata edukasi baru di kota Bogor. Masyarakat bisa masuk ke galeri ini tanpa dipungut biaya alias gratis.
Di dalam galei ini masyarakat dapat menikmati sejarah perjalanan kota Bogor dari masa ke masa dengan beragam peristiwa pada zamannya.
Dalam peresmian Galeri tersebut Bima Arya mengatakan, bahwa dengan diresmikannya tempat ini menunjukan bahwa kota Bogor bisa menuliskan sejarahnya sendiri.
"Hari ini 69 tahun lalu, tepatnya 28 Desember 1954 kota Bogor jadi sorotan dunia, karena berlangsung konferensi Bogor, dimana 5 pemimpin dunia berkumpul mempersiapkan KTT Asia Afrika di Bandung," ungkap Bima Arya kepada Wartawan.
Hari ini Lanjut Bima, kota Bogor menuliskan sejarahnya sendiri, memberikan inspirasi bagi Indonesia dan dunia.
Baca Juga: Asmawa Tosepu Kandidat Kuat Pj Bupati Bogor, Menggantikan Iwan Setiawan, Ini Profil Singkatnya !
Bumi Parawira ini jelas Bima, menjadi tempat yang sangat diperhatikan oleh banyak pihak. Pembangunan gedung ini menggandeng banyak pihak, mulai dari BJB sebagai sponsor utama CSR Bumi Parawira, pengusaha, Dinas dan komunitas kreatif.
Selain itu, menurut Bima ada juga keterlibatan kolaborasi pegiat sejarah, akademisi dan pembangunan gedung ini semuanya menggunakan dana non APBD.
Sementara Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) kota Bogor, Rudiyana mengatakan, di dalam galeri ini lebih menonjolkan lukisan - lukisan sejarah, yang digambar oleh para pelukis asal Bogor berjumlah kurang lebih ada 36 lukisan.
Lukisan - lukisan tersebut menggambarkan perkembangan setiap zaman yang menghiasi dinding galeri yang ditata apik dengan ciamik.
"Pada zaman kerajaan Pajajaran, ada lukisan yang menceritakan sejarah perjalanan kerajaan Pajajaran beserta Rajaya yakni Sri Baduga Maharaja atau yang lebih dikenal Prabu Siliwangi. Penobatan Prabu Siliwangi menjadi raja Pajajaran pun dihadirkan di galeri ini," jelas Rudiyana.
Selain itu, lanjut Rudiyana di galeri ini juga terdapat lukisan Prabu Siliwangi sedang rapat, lalu ada juga lukisan perjanjian Kerajaan Sunda dengan Portugis.
Kemudian untuk menambah eksotik dan mempercantik di dalam galeri ini tutur Rudiyana, dilengkapi dengan beberapa patung prajurit pada zaman kerajaan Pajajaran.
"Tak berselang lama, zaman kolonial pun dihadirkan pasca Kerajaan Pajajaran runtuh. Diceritakan, selama 100 tahun lebih Bogor pasca runtuhnya kerajaan Pajajaran tidak terlihat apa - apa. Di zaman kolonial, lukisan perempuan Prasasti Batu Tulis Bogor menjadi lukisan pertama yang bisa dilihat di zaman ini," papar Rudiyana.
Selanjutnya Rudiyana juga menjelaskan, desain Istana Bogor pertama kali saat dibangun yaitu tahun 1821 turut dihadirkan melalui lukisan.
Baca Juga: POLISI Ungkap Kasus Guru Mengaji yang Diduga Merenggut Kesucian 15 Santriwati Muridnya Sendiri !
Dan ada juga lukisan Raden Saleh, Tirto Adhi Soerjo atau dalam zaman modern ini bisa disebut dengan tokoh 'Minke'. Pada zaman Orde lama terdapat lukisan Presiden pertama RI Ir Soekarno, dalam lukisan digambarkan Ir Soekarno sedang berpidato di hadapan warga di lapangan sempur Bogor.
"Selain itu ada pula lukisan aktivis Soe Hok Gie, serta pengibaran bendera merah putih pertama kali di Bogor yakni di Gedung Bakorwil (saat ini Bogor Creative Center), ada juga lukisan Kapten Muslihat yang tertembak di Jembatan Merah dan digendong oleh adiknya," jelas Rudiyana.
Galeri Parawira juga dilengkapi dengan program wali kota Bogor tiap zamannya, beragam capaian walikota pun dihadirkan mulai dari pencapaian piala Suratin, Adipura, Peresmian Gereja GKI Yasmin, bahkan 3 wali kota Bogor berfoto bersama.
Di dalam galeri ini juga terdapat recam fenomena pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia bahkan dunia dalam beberapa tahun. Kemudian dilengkapi juga dengan diorama pembangunan Tugu Kujang yang menggunakan helikopter, naskah legendaris Bung Karno yang bertuliskan 'Moga-moga Bogor jadi batu lontjatan sejarah'
Dan yang terakhir di dalam galeri ini dihadirkan sarana transportasi umum BEMO yang melegenda di kota Bogor, bagi generasi 80 an tentu masih ingat rute Bemo Pasar Bogor - Malabar - Gunung Gede - Ceremai ujung.***
Artikel Terkait
TANAH LONGSOR ! Villa Hancur, Jalan Rusak, 2 Motor Tertimbun Akibat Tebing Setinggi 15 Meter Longsor di Kawasan Megamendung Puncak Bogor
Kabupaten Purwakarta Jawa Barat Diguncang Gempabumi Berkekuatan 3,1 Magnitudo, Akibat Peristiwa Itu Update Kerusakan maupun Korban Belum Diketahui !