VIEWJABAR- Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto mengajak kaum muda untuk menjadi Petani.
Hal itu disampaikan Ade Sugianto saat menggelar pembagian produk dan benih Hortikultura dalam upaya pengendalian inflasi bagi pemulihan ekonomi Jawa Barat.
Kegiatan tersebut dilakukan di halaman kantor Dinas Pertanian, Peternakan dan Tanaman Pangan Kabupaten Tasikmalaya pada Senin 21 November 2022.
Baca Juga: Korban Gempa Cianjur Terus Bertambah, Terbaru 268 Meninggal, 151 Dalam Pencarian 22 Ribu Rumah Rusak
Dijelaskan Ade Sugianto masyarakat yang menjadi Petani harus bangga, karena dari hasil pertanian banyak masyarakat yang berhasil menyekolahkan anak.
"Harus bangga jadi Petani, karena bertani, anak bisa sekolah, karena bertani bisa mengubah dunia," kata Ade Sugianto.
Pangan dari hasil pertanian, kata Ade Sugianto akan selalu dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga dengan pangan ini bisa mengubah dunia.
Untuk itu para pemuda di Kabupaten Tasikmalaya harus mau menjadi Petani karena dengan bertani terbukti banyak memberi manfaat yang besar bagi kehidupan.
Baca Juga: Mengenal Sesar Cimandiri Penyebab Gempa Bumi Cianjur, Kecil Tapi Efek Getarannya Kencang
Hanya saja kata Ade Sugianto Petani di jaman sekarang ini petani yang memadukan sistem pertanian modern dan teknologi.
Tidak lagi dengan sistem lama tetapi sudah berorientasi pada produk ekspor untuk memenuhi kebutuhan pasar global.
Ade Sugianto juga dalam kesempatan itu berkesempatan meninjau lokasi pameran yang menampilkan produk pertanian.
Dalam kesempatan itu Ade Sugianto berdialog dengan para petani yang berhasil menampilkan hasil olahannya pada kegiatan tersebut.***
Artikel Terkait
Akibat Gempa, Bangunan Lapas Cianjur pun Roboh, Seorang Anak dan Neneknya Tertimpa Reruntuhan
Doel Sumbang, Sule dan Dedi Mulyadi akan Kunjungi Garut Kamis 24 November 2022, Ini Agendanya
Mengenal Sesar Cimandiri Penyebab Gempa Bumi Cianjur, Kecil Tapi Efek Getarannya Kencang
Dinkes Garut Kirim Dokter dan Perawat ke Lokasi Bencana Gempa Cianjur
Korban Gempa Cianjur Terus Bertambah, Terbaru 268 Meninggal, 151 Dalam Pencarian 22 Ribu Rumah Rusak