Dan pada tahun 1953, SPI ini berubah nama menjadi sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI).
Baca Juga: Piala Dunia 2022 Qatar, Prabowo Subianto Tidak Mau Nonton Pertandingan Bola, Ternyata Ini Alasannya
Di tahun yang sama, didirikan juga sekolah Rendah Islam (SRI) yang kemudian berubah menjadi Madrasah Wajib Belajar (MWB) dan kini berubah lagi menjadi Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Pada tahun 1959 Pesantren Cipasung kemudian mendirikan sekolah Menengah Atas Islam (SMAI) sebagai lanjutan dari MI dan SMPI.
Kemudian pada 25 September 1965, Abah Ruhiat mendirikan Perguruan Tinggi Islam (PTI) dengan Fakultas Tarbiyah.
Dan merupakan perguruan tinggi Islam pertama yang dibuka di Jawa Barat, bahkan sebelum ada Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.
Kemudian, Yayasan Pondok Pesantren Cipasung akhirnya dibentuk pada tahun 1967. Yayasan ini dibentuk dengan tujuan untuk mengikat dan mewadahi semua kegiatan pesantren.
Lalu pada 1969, didirikan sekolah Persiapan IAIN yang pada 1978 berubah menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Pada tahun 1970, didirikan Fakultas Ushuluddin Filial Cipasung.
Kini Pesantren Cipasung terus berkembang pesat dan menjadi lembaga besar di Jawa Barat dan Indonesia dengan jumlah santri yang sangat banyak.***
Artikel Terkait
Sudah Dua Negara Dipastikan Tersingkir dari Piala Dunia 2022, Nasib Jerman Bagaimana?
Getaran Gempa 4,2 Magnitudo Guncang Tenggara Enggano Hari Ini, Senin 28 November 2022
Pencarian Helikopter Polri yang Jatuh di Babel Ada Titik Terang, Satu Kru Ditemukan
Getaran Gempa Susulan Cianjur Masih Terjadi, Kali ini 3,3 Magnitudo Pukul 16:05:09 WIB Senin, 28 November 2022
Viral Video Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika Beberkan Hutang DBH Era Dedi Mulyadi, Kata 'Sia' Terlontar
Korban Gempa Cianjur Terbawa Longsor Sempat Bergantung di Pohon, 4 Satwa K9 Dikerahkan Lakukan Pencarian