Sesepuh Pesantren Cipasung, KH Koko Komarudin Ruhiat Tunjuk Dua Adiknya untuk mengurus Pesantren Cipasung

photo author
Silmi Kaffatan, View Jabar
- Senin, 28 November 2022 | 20:18 WIB
Sesepuh Pondok Pesantren Cipasung, KH Koko Komarudin. Foto / Dokumen Pesantren Cipasung/.
Sesepuh Pondok Pesantren Cipasung, KH Koko Komarudin. Foto / Dokumen Pesantren Cipasung/.

Dan pada tahun 1953, SPI ini berubah nama menjadi sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI). 

Baca Juga: Piala Dunia 2022 Qatar, Prabowo Subianto Tidak Mau Nonton Pertandingan Bola, Ternyata Ini Alasannya

Di tahun yang sama, didirikan juga sekolah Rendah Islam (SRI) yang kemudian berubah menjadi Madrasah Wajib Belajar (MWB) dan kini berubah lagi menjadi Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Pada tahun 1959 Pesantren Cipasung kemudian mendirikan sekolah Menengah Atas Islam (SMAI) sebagai lanjutan dari MI dan SMPI.

Kemudian pada 25 September 1965, Abah Ruhiat mendirikan Perguruan Tinggi Islam (PTI) dengan Fakultas Tarbiyah.

Dan merupakan perguruan tinggi Islam pertama yang dibuka di Jawa Barat, bahkan sebelum ada Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. 

Baca Juga: Gubernur Jabar Ridwan Kamil Beri Alasan Kenapa Bantuan Dilempar Dari Helikopter, Sehari 10 Kali Terbang

Kemudian, Yayasan Pondok Pesantren Cipasung akhirnya dibentuk pada tahun 1967. Yayasan ini dibentuk dengan tujuan untuk mengikat dan mewadahi semua kegiatan pesantren.

Lalu pada 1969, didirikan sekolah Persiapan IAIN yang pada 1978 berubah menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Pada tahun 1970, didirikan Fakultas Ushuluddin Filial Cipasung.

Kini Pesantren Cipasung terus berkembang pesat dan menjadi lembaga besar di Jawa Barat dan Indonesia dengan jumlah santri yang sangat banyak.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Silmi Kaffatan

Sumber: Wawancara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X