VIEWJABAR - Salah seorang pemerhati publik di Garut Yadi Rokib mempertanyakan kegiatan reses anggota DPRD Garut. Pasalnya dari sebanyak 50 anggota wakil rakyat tersebut, hanya beberapa orang saja beritanya yang muncul di media, sedangkan sebagian besar luput dari pantauan.
Ia menilai, para anggota dewan tersebut tidak bersinergi dengan para jurnalis.
"Makanya muncul pertanyaan, apakah reses itu dilaksanakan atau tidak ? Atau bisa juga reses tidak ingin diketahui oleh wartawan, karena ada sesuatu," ujar Yadi.
Ia menuturkan, reses masa sidang III tahun 2022 dilaksanakan mulai tanggal 1-8 Desember 2022 dan reses itu merupakan masa rehatnya anggota dewan dengan bertemu langsung konstituen di setiap daerah pemilihannya untuk mendengar, dan menampung aspirasi dari masyarakat.
"Namun mirisnya, dari ke 50 anggota DPRD Garut itu, hanya 6 sampai 10 orang yang bersinergi dengan media masa, baik itu media online maupun cetak. Makanya wajar jika ada warga mempertanyakan reses tersebut. Jangan jangan ada apa nya. Sekwan juga jangan tertutup dengan media," ujar Yadi yang berencana akan melakukan audensi dengan sekwan terkait reses ini.
Baca Juga: Peluang Usaha Modal Kecil, Membuat Es Krim di Rumah Hanya dengan Kulkas, Untungnya 4 Kali Lipat
Menurut pengamatan Yadi, selama anggota DPRD Garut melaksanakan reses, hanya beberapa orang yang terpublikasi ke media, artinya ini yang menjadi pertanyaan, apakah anggota Dewan tersebut tidak atau kurang bersinergi dengan media, ataukah memang tidak melaksanakan reses ?.
"Banyak pertanyaan dalam benak saya terkait reses, karena pantauan saya sebagai aktivis Jurnalistik, hanya beberapa orang yang terpublikasi hasil kegiatan reses, masa sidang I,II, dan III, hanya itu-itu aja yang ter ekspose, apakah yang lainnya melaksanakan reses atau tidak ? "ungkapnya Sabtu 10 desember 2022.
Menurut Yadi, jika dicermati dan dipahami bersama peran Pers hadir sebagai pilar ke empat Demokrasi.
"Artinya kita bisa mengukur sementara. Kalaupun anggota DPRD Garut disinyalir tidak bersinergi dengan Media bisa dikatakan Wakil Rakyat tersebut sedang menarik mundur Demokrasi itu dendiri " ujar Yadi.
Kehadiran media dalam mempublikasikan itu sangat penting, apalagi yang berkaitan dengan Anggaran Pemerintah, "wajib terpublikasikan sebagai bentuk keterbukaan terhadap publik atau masyarakat,"katanya.
Yadi berharap hal tersebut mendapatkan penjelasan dari Lembaga Legislatif, agar reses bisa dilaksanakan secara transparan dan diketahui semua pihak, lebih lagi kehadiran Wakil Wakil Rakyat bisa mendorong indeks Demokrasi lebih baik di Kabupaten Garut. (Alle M Rizky) ***
Artikel Terkait
Peluang Usaha Modal Kecil, Membuat Es Krim di Rumah Hanya dengan Kulkas, Untungnya 4 Kali Lipat
Ini Peluang Usaha Jajanan Cemilan Colenak Jarang Ada Saingan, Jika Anda Berminat Boleh Dicoba
5 Produk Garut Terbang ke Ethiopia dan Nigeria, Salah Satunya Produk Pesantren Sadang Lebak Karangpawitan
Kabupaten Pidie Digetarkan Guncangan Gempa Hari Ini Sabtu 10 Desember 2022, Magnitudo 4,5
Ahsan/Hendra dan Ginting ke Final WTF 2022
3 Cara Gampang Turunkan Tekanan Darah Tinggi Tanpa Obat, Bisa Dilakukan Mulai Sekarang