VIEWJABAR - Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah dengan jumlah penduduk yang banyak. Pada tahun 2014 angka pengangguran di Kabupaten Garut hampir berada pada angka 9,5 persen Namun sekarang tingkat pengangguran berada di angka 7,60 persen.
Demikian disampaikan Bupati Garut Rudy Gunawan saat launching aplikasi Gentra Karya yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Garut di Ballroom Kassiti Fave Hotel, Tarogong Kidul, Kamis 29 Desember 2022.
Bupati mengungkapkan, pada masa awal dirinya menjabat sebagai Bupati Garut, pada tahun 2014 angka pengangguran di Kabupaten Garut hampir berada pada angka 9,5 persen.
Ia menyebutkan, di Garut setiap tahun terdapat 40 ribu orang yang lulus Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA). Namun, yang dapat melanjutkan ke perguruan tinggi di Garut hanya sekitar 5.200 orang, dan ke perguruan tinggi di luar Garut sekitar 10 ribu orang.
Baca Juga: Suami Norma Risma Rozy Zay Hakiki Sebut akan Buat Video Klarifikasi dengan Istri dan Mertuanya
"Nah 30 ribu orang lagi mau kemana? Mungkin ini yang menjadi persoalan dari tahun ke tahun. 30 ribu orang yang tadinya sekolahnya di SLTA itu menjadi bagian yang sekolah ke Perguruan Tinggi, sisanya adalah berwiraswasta dan menjadi pengangguran,” ucapnya.
Maka dari itu, dengan adanya launching Gentra Karya ini, Bupati berterimakasih kepada Kepala Disnakertrans Garuti, yang telah membuat sesuatu yang bermanfaat melalui projek perubahan Diklat Pim II-nya sehingga memberikan akses kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi terkait lowongan pekerjaan.
"Semoga ini menjadi ikhtiar kita memberikan dorongan terhadap mereka yang nganggur, mereka yang kesulitan bekerja, untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang layak, pekerjaan yang dilindungi oleh undang-undang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Garut, Hj. Erna Sugiarti, mengungkapkan, selain launching aplikasi Gentra Karya, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan Mini Job Fair, di mana perusahaan yang mendaftar di aplikasi Gentra Karya tidak hanya tersedia secara online namun juga tersedia secara offline dalam Mini Job Fair ini.
"Bisa lewat aplikasi, bisa ada offline juga nanti kita tiga bulan sekali kita adakan (Job Fair) di Pendopo. Untuk perusahaan nanti itu lebih banyak lagi perusahaannya, sebetulnya ini juga banyak yang ingin ikut mini job fair, tapi kita terkendala, waktunya kan hanya sebentar, kemudian yang kedua ini tempat kurang memenuhi,” ucap Erna.
Ia menuturkan, dalam aplikasi Gentra Karya ini terdapat beberapa informasi di antaranya seperti lowongan pekerjaan, informasi tentang pelatihan, tentang pemagangan, dan informasi terkait sertifikasi.
Selain itu, lanjut Erna, aplikasi ini dapat memudahkan investor untuk berinvestasi di Kabupaten Garut, dengan melihat ketersediaan tenaga kerja dan kualifikasi sumber daya manusia (SDM) yang ada di Garut.
Artikel Terkait
Sebaiknya Bunda Tahu, Ini 5 Gejala Stroke pada Wanita, Waspadalah
Kondisi Terkini Indra Bekti, Melly Goeslow: Alfatihah untuk Indra
Pak Ogah Si Unyil Meninggal Dunia di Rumahnya di Bekasi, Alami Penyumbatan Otak, Begini Kondisinya Saat Sakit
Akibat Perang, Jutaan Warga Ukraina Terpencar di Puluhan Negara, 200 Orang di Antaranya Jadi Pekerja di Jepang
Suami Norma Risma Rozy Zay Hakiki Sebut akan Buat Video Klarifikasi dengan Istri dan Mertuanya
Bejat, Pria Warga Ciamis Ini Cabuli Anak Tirinya Hingga Hamil, Korban Masih Kls I SMP