VIEWJABAR - Mangga gedong gincu asal Sumedang, Jawa Barat, akan segera masuk Pasar Jepang
Keberhasilan mangga gedong gincu asal Sumedang masuk pasar Jepang, karena dalam mangga itu tak ditemukan lalat buah. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian Bambang.
Bambang mengatakan, hasil penelitian Institut Pembangunan Jawa Barat, Universitas Padjadjaran (Injabar Unpad), lalat buah jenis Bactrocera occipitalis tidak ditemukan pada mangga varietas Gedong Gincu asal Sumedang ini.
Baca Juga: Besaran Gaji PPK, PPS dan KPPS untuk Pemilu 2024, Cek Honor Linmas Berapa?
"Saat ini hambatan teknis mangga Jabar masuk ke pasar Jepang adalah ada protokol ekspor negara tujuan yang mewajibkan bebas dari hama lalat buah tersebut, dan dengan hasil penelitian yang menggembirakan ini maka mangga gedong gincu siap masuk pasar Jepang,“ katanya di Jakarta, Rabu 4 Januari 2023, dikutip dari Antara.
Barantan, lanjutnya, segera menindaklanjuti harmonisasi aturan teknis dengan negara Jepang, sehingga akselerasi ekspor buah mangga asal Jabar dapat segera terealisasi.
Baca Juga: ASN dan Perangkat Desa Boleh Terlibat di PPK, PPS dan KPPS, KPU RI Jelaskan Alasannya
"Kami segera berkirim surat resmi ke Jepang bahwa pada mangga (gedong gincu) tidak ditemukan Bactrocera occipitalis," katanya.
Bambang menambahkan, ke depan Barantan dan Injabar akan memperkuat sinergisitas dalam melakukan berbagai penelitian dalam rangka menyelesaikan hambatan-hambatan teknis untuk ekspor buah tropis Indonesia, khususnya asal Jabar.
Salah satunya adalah mangga gedong gincu yang saat ini dalam tahap harmonisasi aturan untuk masuk pasar Jepang.
Baca Juga: Peluang Usaha Camilan Rp1000-an, Bahan Super Irit, 1 Kentang Jadi 30 Bungkus, Kriuknya Tahan 2 Bulan
Sementara itu, mengutip Antara, produksi mangga Jawa Barat mencapai 444 ribu ton pada 2021.
Dengan produksi ini Jawa Barat menempati posisi ketiga setelah Jawa Timur sebesar 1,1 juta ton, disusul Jawa Tengah sebesar 457 ton pada 2021.
Menurut data ekspor mangga 2021, Jawa Barat menempati posisi pertama dengan nilai 1,97 juta dolar AS sebanyak 1.277 ton.
Artikel Terkait
Inilah Alasan Iwan Sumarno Menculik Malika Anastasya
ABG Asal Malangbong Garut Dilaporkan Hilang Sejak Empat Hari Lalu
Seorang Wanita Asal Bojongsoang Bandung, Tewas Dianiaya Mucikari Gara-gara Menolak Berhubungan Badan
Peluang Usaha Camilan Rp1000-an, Bahan Super Irit, 1 Kentang Jadi 30 Bungkus, Kriuknya Tahan 2 Bulan
ASN dan Perangkat Desa Boleh Terlibat di PPK, PPS dan KPPS, KPU RI Jelaskan Alasannya
Besaran Gaji PPK, PPS dan KPPS untuk Pemilu 2024, Cek Honor Linmas Berapa?