Wilayah Maluku Diguncang Gempa Susulan Sampai 19 Kali, Ini Pernyataan BMKG

photo author
Silmi Kaffatan, View Jabar
- Rabu, 18 Januari 2023 | 22:31 WIB
Wilayah Maluku diguncang gempa bumi susulan sampai 19 kali setelah gempa bumi dsngan magnitudo 7.0 di kedalaman 64  km (BMKG)
Wilayah Maluku diguncang gempa bumi susulan sampai 19 kali setelah gempa bumi dsngan magnitudo 7.0 di kedalaman 64 km (BMKG)

VIEWJABAR - Wilayah Maluku diguncang gempa tektonik dengan magnitudo 7.0 pada pukul 13.06 WIB.

Sesuai dengan penelitian Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa Maluku terjadi akibat deformasi batuan dalam lempeng Laut Maluku.

Setelah gempa bumi dengan magnitudo 7.0, wilayah Maluku diguncang gempa bumi susulan sampai 19 kali, hal ini dijelaskan oleh BMKG.

Baca Juga: Ketum Golkar, Airlangga Hartarto Nyatakan Ridwan Kamil Penuhi Kriteria yang Dibutuhkan Partai Golkar

Gempa bumi Maluku dengan magnitudo 7.0 tersebut terjadi di selatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Maluku Sulawesi Utara.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan hasil monitoring terhadap jumlah gempa susulan tercatat terjadi sampai 19 kali.

Pengamatan yang dilakukan pihak BMKG terhadap gempa bumi susulan setelah gempa tektonik dengan magnitudo 7.0 mengguncang laut Maluku sampai pukul 17.50 WITA.

Baca Juga: Gubernur Jabar, Ridwan Kamil Resmi Gabung Partai Golkar, Ini Posisi RK di Partai Pimpinan Erlangga Hartarto

"Semua gempa susulan tersebut tidak dirasakan," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Edward Henrry Mengko di Manado dilansir dari ANTARA Rabu 18 Januari 2023.

Menurut Edward Henrry Mangko gempa bumi terjadi karena ada batuan yang patah di lokasi pusat gempa.

Patahnya batuan tersebut kata Edward Henrry Mangko karena ada energi yang terakumulasi akibat pergeseran lempengan di pusat gempa bumi Maluku tersebut.

Baca Juga: Paus Sperma yang Dijuluki Yodo-chan Dan Mati di Teluk Osaka Jepang, Akan Ditenggelamkan

Titik pertemuan antara lempeng yang bergerak dan lempeng diam, lama kelamaan akan terjadi penumpukan energi dan menyebabkan ada batuan yang pecah atau patah.

"Kenapa harus ada gempa susulan setelah gempa besar, karena untuk batuan di sekitar mencapai kestabilan agar tidak patah lagi," kata Edward Henrry Mangko.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Silmi Kaffatan

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X