Paus Sperma yang Dijuluki Yodo-chan Dan Mati di Teluk Osaka Jepang, Akan Ditenggelamkan

photo author
Silmi Kaffatan, View Jabar
- Rabu, 18 Januari 2023 | 13:49 WIB
Seekor paus Sperma yang ditemukan mati di Teluk osaka Jepang akan ditenggelamkan. Foto / instagram / infokelautan/.
Seekor paus Sperma yang ditemukan mati di Teluk osaka Jepang akan ditenggelamkan. Foto / instagram / infokelautan/.

VIEWJABAR - Seekor paus sperma yang muncul di perairan teluk Osaka Jepang sudah dipastikan mati pada Jumat 13 Januari 2023 lalu.

Paus sperma yang merupakan jenis paus langka di dunia itu terlihat menampakkan dirinya di Teluk Osaka Jepang.

Adanya paus sperma tersebut mengundang banyak pengunjung ke kawasan Teluk Osaka untuk melihat secara langsung paus langka di dunia.

Baca Juga: Baru Saja Gempa Getarkan Sulawesi Utara BMKG Sebut Melonguane, Rabu 18 Januari 2023 Magnitudo 7,1

Paus sperma tersebut dijuluki masyarakat sebagai Yoda-chan dan ramai di media sosial Jepang. Awalnya paus sperma tersebut masih hidup saat ditemukan.

Paus sperma tersebut terlihat muncul di dekat muara Sungai Yodo di Osaka Jepang dengan ukuran panjang sekitar 15 meter.

Walikota Osaka, Ichiro Matsui mengatakan paus sperma tersebut dipastikan sudah mati dan akan ditenggelamkan di lepas pantai Teluk Osaka.

Baca Juga: Ternyata, Daun Lengkuas Ampuh Mencegah Kanker dan Tumor, Ini Manfaat Daun Lengkuas yang Jarang Diketahui

Hanya saja kata Walikota Osaka tersebut sebelum ditenggelamkan di lepas pantai Osaka  maka dilakukan pengosongan gas yang menumpuk pada  bangkai paus sperma tersebut.

Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya ledakan sebelum di buang dengan menggunakan kapal.

Dan Walikota Osaka berharap pengosongan gas yang menumpuk dari bangkai paus sperma tersebut akan selesai pekan ini.

Baca Juga: Gempa Pagi Ini Getarkan Sumatera, BMKG Sebut Bonebolango Gorontalo, Rabu 18 Januari 2023 Magnitudo 6,3

Walikota Osaka juga mengakui sempat ada pembicaraan tentang penguburan sementara bangkai paus sperma itu di darat.

Hal itu untuk direduksi menjadi spesimen kerangka paus bagi museum, tetapi kata Walikota Osaka tidak ada permintaan untuk itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Silmi Kaffatan

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X