Kolaborasi SMAN 10 dan KACD XII, Yonandi: Siswa Tidak Mengandalkan Secarik Kertas Saat Lulus, Ini Pemaparnya

photo author
Budi SK, View Jabar
- Senin, 23 Januari 2023 | 11:28 WIB
Kepsek Yonandi (berkopiah hitam) ditemanai Wakasek Kehumasan memberikan penjelasan terkait siswa yang lulus yng memiliki kompetensi mumpuni (Budi SK/ViewJabar.com)
Kepsek Yonandi (berkopiah hitam) ditemanai Wakasek Kehumasan memberikan penjelasan terkait siswa yang lulus yng memiliki kompetensi mumpuni (Budi SK/ViewJabar.com)

VIEWJABAR - Bagi siswa lulusan Sekolah SMAN 10 tidak hanya masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tetapi memiliki kompetensi yang mumpuni.

Begitupun saat dinyatakan lulus, setiap siswa lulusan SMAN 10 tidak hanya mengeluarkan secarik kertas akan tetapi memiliki kompetisi yang mumpuni.

Hal itu diungkapkan Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 10, Dr. H. Yonandi, S.Si, MT kepada ViewJabar.com di ruang kerjanya belum lama ini.

Baca Juga: Pengalaman Pahit Wout Weghorst saat Diincar Club Tottenham Hotspurs dan Arsenal

Yonandi menjelaskan, siswa diberi keahlian dalam berbagai keterampilan seperti menjahit dan mengukir batik atau menulis batik.

"Siswa kita mendapat tawaran dari rumah Tasik, bahkan yang tidak melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi lagi, diberi pendidikan khusus," ucap Yonandi.

Menyinggung kolaborasi dengan KCD XII Yonandi mengatakan, pembicaraan pembicaraan terkait tawaran Kantor KCD di komplek SMAN 10.

Baca Juga: Hari ini Jadwal Siaran SCTV, Pecinta Drama Sinetron dan Kejadian Bisa Menyimaknya di Layar TV

Disebutkan pendidikan tidak bisa bicara setengah setengah, jika pendidikan berkutat di sekitar tidak akan pernah maju.

"Kita buka bisa mengakses tercepat dan terluas," kata Yonandi.

Akhirnya dilihat dari berbagi faktor pihak KCD XII mempertimbangkan juga melihat potensi sekolah ini sedang berkembang.

Baca Juga: Jadwal Sholat Kota Bandung Hari Ini Senin 23 Januari 2023 Waktu Magrib 18:15 WIB

“Dan pak Abur tertarik dengan percepatan, perkembangan sekolah ini yang memiliki letak geografis yang tepat,” imbuhnya.

Yonandi menjelaskan, SMAN 10 diawal dikenal 70 persen ortunya tidak mampu, namun uniknya ada 70 persen pula siswanya disebut santri kalong.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi SK

Sumber: Wawancara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X