internasional

Luar Biasa China Bisa Ubah Gurun Pasir Tandus Jadi Lahan Produktif Untuk Ditanami, Ini Teknologinya

Minggu, 18 Juni 2023 | 16:35 WIB
Sangat luar bisa China berhasil mengubah gurun pasir yang tandus dan terkering di dunia menjadi lahan produktif untuk ditanami dengan biaya terjangkau. Foto / ViewJabar / Pixabay /.

"Setiap kali saya memikirkan penemuan yang dapat mengubah pasir menjadi tanah tersebut, saya menjadi terlalu senang hingga susah tidur," kata Wang Zhixiang dilansir dari ANTARA Minggu 18 Junj 2023.

Baca Juga: Mahkamah Konstitusi Putuskan Sistem Pemilu 2024 Gunakan Sistem Proporsional Terbuka, Masyarakat Nyoblos Caleg

Pada tahun 2016, di Gurun Ulan Buh di Mongolia Dalam, sebuah lahan berpasir yang luasnya dua kali ukuran lapangan sepak bola diolah melalui metode baru itu.

Dan dengan demikian lahan tersebut menjelma menjadi lahan yang subur, dan menghasilkan panen padi, jagung, tomat, semangka, serta bunga matahari.

Ilmuwan tersebut menemukan bahwa lahan pengujian itu membutuhkan lebih sedikit air, tetapi menghasilkan hasil panen yang lebih tinggi dibandingkan dengan lahan yang tidak diolah.

Baca Juga: Kualitas Udara di Jakarta Terburuk ketiga di Dunia, Tidak Sehat Untuk Kelompok Sensitif

Setelah itu, teknologi tersebut diuji di beberapa lokasi menggunakan eksperimen penanaman berskala lebih besar.

Biaya untuk menerapkan sistem pengolahan itu antara 29.850 yuan (1 yuan = Rp2.096) hingga 44.776 yuan per hektare, yang masih sesuai dengan anggaran sebagian besar petani.

Keberhasilan uji coba tersebut memungkinkan tim itu menepis keraguan dan menerima penghargaan internasional, termasuk Earthshot Prize 2022.

Baca Juga: Inilah Rezeki Paling Halal dan Bersih di Dunia Saat Ini, Kata dr Zaidul Akbar di Rumah Banyak Ribanya

Eartshot Prize 2022 sendiri sebuah penghargaan bidang lingkungan yang didirikan oleh Pangeran William dari Inggris, atas upaya mereka dalam melindungi dan memulihkan alam.

Saat negara-negara di seluruh dunia memperingati Hari Dunia untuk Memerangi Desertifikasi dan Kekeringan pada 17 Juni, teknologi "desert soilization" kembali mendapatkan sorotan.

Kisah Yi merupakan contoh yang tepat dari upaya berkelanjutan China dalam menerapkan inovasi untuk membendung perluasan gurun dan melindungi lingkungan ekologis global.***

Halaman:

Tags

Terkini