VIEWJABAR - Cuaca ekstrem terjadi di wilayah China akhir akhir ini. Warga China mulai terjangkit penyakit batuk dan demam juga flu.
Perubahan cuaca terjadi sangat ekstrem di wilayah China dan telah mengakibatkan banyak warga China yang terjangkit flu.
Cuaca ekstrem, warga China alami batuk pilek, flu juga mulai mewabah, warga China banyak yang antre di apotik untuk mendapatkan obat.
Antrean panjang warga China terlihat di apotek dan toko obat di Kota Beijing untuk mendapatkan obat.
Cuaca ekstrem terjadi di wilayah China akhir akhir ini, dan pihak Dewan Pemerintahan China mengeluarkan aturan baru tentang pelonggaran kebijakan nol COVID-19.
Pelonggaran kebijakan baru tersebut dimanfaatkan warga China untuk memberi obat obatan ke apotek dan tokoh obat sehingga terjadi antrean yang cukup panjang.
Baca Juga: Masyarakat Harus Paham Kata Guru Besar UIN Bandung Politik Itu Mulia, Ini Alasannya
Kondisi itu terjadi sejak Kamis 8 Desember 2022 hingga Jumat 9 Desember 2022 malam ketika warga kota Beijing membutuhkan obat obatan.
Penyakit flu mulai mewabah di wilayah China akibat perubahan cuaca yang terjadi secara drastis. Warga pun membutuhkan obat untuk meredakan flu.
Beberapa warga ada yang terpaksa ke luar dari antrean tersebut karena tidak kuat menahan dinginnya cuaca yang terjadi di China.
"Mana mungkin saya bertahan kalau yang di depan tidak jalan. Bisa-bisa sakit saya tambah parah," kata seorang warga dilansir ViewJabar dari Antara Sabtu 10 Desember 2022.
Warga tersebut ke luar dari antrean panjang di trotoar menuju salah satu apotek di wilayah Paninjayua, Chaoyang Beijing China pada Jumat 9 Desember 2022 malam.