Menurut NASA sembilan tahun ini merupakan tahun-tahun terhangat sejak pencatatan di era modern yang dimulai pada tahun 1880 lalu.
Baca Juga: Tips Perawatan Tanaman Hias Bonsai, Cukup Pupuk Kandang dan Lakukan Penjemuran
Ini menunjukkan jika suhu Bumi pada 2022 tercatat sekitar 2 derajat Fahrenheit sekitar 1,11 derajat Celsius lebih hangat jika dibandingkan rata-rata suhu pada akhir abad ke-19.
Direktur GISS, Gavin Schmidt mengatakan penyebab dari tren pemanasan Global sekarang ini karena aktivitas manusia yang terus memompa gas rumah kaca dalam jumlah besar ke atmosfer.
"Dan dampak jangka panjang terhadap planet juga akan terus berlanjut," kata Direktur GISS Gavin Schmidt.
Artinya pada tahun 2023 sekarang ini suhu Global bumi juga diperkirakan akan tetap hangat seperti tahun 2022 sebagai dampak jangka panjang dari pemanasan global.***