VIEWJABAR - Sungai Ciliwung kembali mengamuk, setelah kawasan Puncak Bogor dan sekitarnya diguyur hujan deras, membuat debit air di bendungan Katulampa melonjak drastis, dan mencapai level 4.
Selama musim kemarau selama 4 bulan debit air sungai Ciliwung turun drastis, sehingga debit air yang masuk ke bendungan Katulampa, kota Bogor mencapai titik terendah di nol centimeter pada Kamis, 2 November 2023.
Debit air sungai Ciliwung kembali melonjak mecapai angka 70 centimeter (Level 4) setelah kawasan hulu (Puncak dan sekitarnya) diguyur hujan deras pada Kamis sore pukul 17.22 WIB hingga malam.
Pelaksana Bendung Katulampa kota Bogor, Andi Sudirman mengatakan, sebelumnya ketinggian muka air bendungan derada pada titik nol centimeter pada pukul 12.00 WIB Kamis siang.
"Ya pada kamis siang sekitar jam 12.00 WIB titik muka masih berada di titik nol," katanya.
Namun menjelang sore, lanjut Andi kawasan hulu, Puncak Bogor dan sekitarnya diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi selama beberapa jam, menyebabkan debit air sungai Ciliwung naik signifikan.
"Semula muka air berada dititik terendah, menjelang malam titik muka air mencapai 70 centimeter atau naik pada level 4," ujar Andi.
Peningkatan Titik Muka Air (TMA) lanjut Andi, ini pertama kali terjadi kembali, sejak musim kemarau selama 4 bulan, yakni sejak Mei 2023 lalu.
Akibat meluapnya Sungai Ciliwing, diperkirakan sebanyak 68.000 liter perdetik air akan mengalir sampai ke wilayah Jakarta diperkirakan 9 - 12 jam kedepan.
"Kami mengimbau warga disekitar aliran sungai Ciliwung untuk selalu waspada, kemungkinan terjadinya banjir," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Sekolah Tani PKS, Mencetak Generasi Unggul Insan Pertanian dan Menguatkan Kelembagaan Petani
Musibah Kebakaran Melanda Dua Rumah Semi Permanen di Kabupaten Cianjur, Api Berhasil Dipadamkan Damkar Cianjur
UKF IPB University Kenalkan Teknik Identifikasi Burung Pemangsa di Desa Sukaharja, Kec Sukamakmur Kab. Bogor
IPB University Bersama Bank Indonesia dan Kementerian Investasi Raih Penghargaan Anugerah Media Humas 2023