VIEWJABAR - IPB University melalui program dosen mengabdi Inovasi (DMI) 2023 melaksanakan kerjasama dengan Pemberdayaan Keluarga (PKK) Kelurahan Kampung Kajanan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.
Kerjasama tersebut diawali dengan pertemuan dosen IPB University bersama pihak pemerintah kelurahan dan pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) di Aula kantor Kelurahan Kampung Kajanan Bali beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan tersebut di bahas tentang komunikasi efektif dan sinergi antarlembaga untuk kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Suhartoyo Gantikan Posisi Anwar Usman Sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi
Dosen IPB University dari Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM), Fakultas Ekologi Manusia (Fema) Dr Siti Amanah, menyampaikan komunikasi efektif perlu ditingkatkan di semua tahap proses komunikasi.
Menurutnya tahapan tersebut mulai dari sumber pesan, penyampai pesan, isi pesan, saluran komunikasi (baik tatap muka maupun penggunaan media komunikasi), hingga kepada penerima pesan.
Hal itu perlu dilakukan oleh pengurus PKK dan anggota, antara PKK dan Posyandu, serta PKK dengan lurah dan perangkat kelurahan.
Baca Juga: Adakan Pertemuan Rapat dengan JICA, Pemprov Jawa Barat Bahas Proyek TPPAS Legok Nangka dan Tol Patimban
“Melalui komunikasi efektif dapat dipastikan pesan-pesan yang dipertukarkan dapat tersampaikan dengan baik, sehingga lebih banyak masyarakat yang terdedah mengenai informasi tersebut serta mendapatkan umpan baliknya,” paparnya.
Konflik, lanjut dia, dapat dicegah dan diatasi dengan baik apabila antarpihak mampu mengetahui apa yang diperlukan oleh pihak lain.
Simulasi komunikasi
Dalam forum tersebut diisi dengan simulasi komunikasi. Peserta dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok secara acak. Setiap kelompok mendapat tugas menyusun broken square (bujur sangkar rusak) menjadi bujur sangkar utuh. Mereka harus menyelesaikan tugas tanpa berkomunikasi secara verbal.
Baca Juga: Ketahui Manfaat Jus Delima, Cegah Gulah Darah Tinggi, Ini Faktanya
“Melalui simulasi, peserta mendapat pengalaman bahwa komunikasi memerlukan pemahaman antar individu. Diperlukan pertukaran pesan baik secara verbal maupun nonverbal, serta mengetahui tujuan komunikasi,” ujarnya.
Tanpa dimilikinya soft skill yang memadai lanjut Siti Amanah, komunikasi efektif antarpihak sulit diwujudkan. Selain itu, dalam pertemuan dengan multipihak di kelurahan tersebut, dibahas pula mengenai pentingnya menjaga pola makan sehat melalui menu yang bergizi, berimbang, sehat dan aman (B2SA).
“Kami berharap kiprah IPB University di tingkat tapak, dapat bermanfaat bagi masyarakat terutama para kader PKK serta pemerintah kelurahan dalam penguatan antar lembaga dengan komunikasi efektif,” ucapnya.
Baca Juga: Jeda Fifa Matchday, Persib Diberikan Waktu Istirahat Selama 5 Hari
Dengan demikian, sebut dia, kesejahteraan keluarga meningkat dan dalam perspektif pembangunan, tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dapat dicapai, dalam konteks ini terfokus pada SDGs 1 (mengurangi kemiskinan) dan SDGs 2 (nihil kelaparan).
Sementara, Lurah Kampung Kajanan, I Ketut Sudarsana, SSos, MAP menyampaikan bahwa komunikasi telah dilakukan dengan baik pada antarlembaga, seperti perangkat kelurahan dan PKK terutama dalam bidang kesehatan.
Pihaknya memegang teguh semboyan ‘Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani’ yang menekankan bahwa pemimpin harus mampu menjadi teladan yang baik bagi warga bila berada di depan, membangun semangat di tengah masyarakat dan memberi dukungan dari belakang.***
Artikel Terkait
Sekolah Vokasi IPB University Wujudkan Laboratorium Sosial dan Inovasi Terapan di Desa Mulyaharja Bogor
Perubahan Manajemen Perusahaan Tingkatkan Pelayanan Global, Ini Kata Faizal Reza
Pohon Tumbang Menutupi Jalan Raya Bogor Leuwiliang saat Hujan Deras Disertai Angin, Lalu Lintas Macet Total !