BMKG Pastikan Seminggu ke Depan Mulai Stabil, Kontruksi Bangun Jadi Penyebab Kerusakan Gempa Cianjur

photo author
Silmi Kaffatan, View Jabar
- Kamis, 24 November 2022 | 21:09 WIB
Kondisi bangunan yang rusak akibat gempa bumi Cianjur. kontruksi bangunan penyebab kerusakan saat gempa. Seminggu ke depan kondisi mulai stabil. Foto /Instagram/ basarnas_jabar /.
Kondisi bangunan yang rusak akibat gempa bumi Cianjur. kontruksi bangunan penyebab kerusakan saat gempa. Seminggu ke depan kondisi mulai stabil. Foto /Instagram/ basarnas_jabar /.

VIEWJABAR - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati memastikan seminggu ke depan mulau stabil.

Kegempaan setelah terjadinya gempa bumi Cianjur pada Senin 21 November 2022 masih tetap ada. Hanya saja kondisinya semakin melemah.

Diharapkan seminggu ke depan sudah mula stabil, karena kegempaan yang terjadi terus melemah dan melemahkan.

Baca Juga: Sopir Angkum Garut Menerima BLT, Ojek dan Kusir Delman Kapan ya?

"Satu minggu ke depan InsyaAllah sudah mulai stabil," kata Kepala BMKG Dwikorita pada konferensi pers yang digelar secara daring Kamis 24 November 2022.

Dalam kesempatan itu Dwikorita juga mengatakan kenapa gempa bumi Cianjur banyak mengakibatkan kerusakan bangunan atau rumah warga.

Itu ternyata kata Dwikorita berkaitan dengan kontruksi bangunan yang ada di lokasi bencana. Karena kondisi tanah tidak begitu penting.

Baca Juga: Kunjungi Pontren Al Jauhari Garut, Wapres RI KH Ma'ruf Amin Berpesan agar Santri Jadi Mujahid Ekonomi

Selain berada di atas episentrum gempa bumi, ternyata kontruksi bangunan itu sendiri. Karena di lokasi yang sama ada bangunan yang tidak rusak.

Artinya kata Dwikorita jika nanti akan dibangun kembali, maka yang harus diperhatikan adalah kontruksi bangunan harus tahan gempa.

Dwikorita mengatakan masyarakat bisa membangun kembali rumah mereka di lokasi yang sama.

Baca Juga: Curah Hujan Tinggi, BMKG Ingatkan Potensi Longsor dan Banjir di Lokasi Bencana Gempa Cianjur

Namun jika berada di atas episentrum, maka lokasi bangunan harus bergeser antara 50 meter sampai 100 meter.

Kata Dwikorita di atas kondisi tanah yang sama pada jarak episentrum yang sama, tetapi ada bangunan yang rusak dan juga ada bangunan yang tidak rusak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Silmi Kaffatan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Catat Ini Waktu Puasa 2024 Kapan, Simak di Sini

Sabtu, 2 Maret 2024 | 05:53 WIB

Ketahuilah Tugas dan Peran Anggota KPPS, Simak di Sini

Selasa, 30 Januari 2024 | 11:47 WIB
X