VIEWJABAR.COM-Mudjoko Tjandra seorang suami warga Tani Mulya Ngamprah Kabupaten Bandung Barat yang meninggalkan rumah selama 10 tahun mendapati anak dan istrinya sudah menjadi kerangka di dalam rumahnya, Senin 29 Juli 2024.
Kejadian penemuan dua kerangka tersebut menggemparkan warga sekitar yang tidak pernah mengetahui bahwa anak dan ibu tersebut sudah meninggal dunia di dalam rumah.
Keterangan yang dikumpulkan menyebutkan, Senin 29 Juli 2024, Mudjoko semula akan pulang ke rumahnya untuk dengan alasan akan mengambil surat-surat penting seperti akte kelahiran.
Baca Juga: Waspadai Kekeringan dan Krisis Pangan, Mentan Minta Pemasangan Pompa Dipercepat di Seluruh Indonesia
Namun Ketika tiba di rumah yang dia tinggalkan selama sepuluh tahun tersebut, keadaan rumah sepi dan dipenuhi dengan tumbuhan liar. Bahkan kondisi pintu dikunci dari dalam.
Saat itu, Mudjoko tiba di rumah sekitar pukul 10.00 WIB. Namun karena rumah terkunci, Mudjoko meminta bantuan tetangga terdekatnya untuk membuka rumah tersebut.
Setelah berhasil membuka pintu depan, Mudjoko memasuki rumahnya yang sepi. Namun ketika memasuki kamar, Mudjoko mendapati di dalam kamarnya ada dua kerangka manusia yang diduga merupakan sang Istri yakni IIH (55) dan anak laki-lakinya EIP (24). Pemandangan yang mengejutkan tersebut langsung di laporkan Mudjoko kepada RT setempat.
Atas laporan warga, petugas kepolisian segera turun tangan dan membawa kedua kerangka tersebut ke RS Sartika Asih untuk dilakukan otopsi. Polisi juga memasang garis polisi untuk menjaga kerusakan Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Komunikasi terakhir 2018
Mudjoko diperkirakan meninggalkan keluarganya pada 2014. Menurut keterangan, terakhir kali komunikasi yang dilakukan Mudjoko dengan anaknya EIP dilakukan pada 1 November 2018 melalui aplikasi WA. Setelah itu tidak ada kontak antara anak dan bapaknya tersebut.
Keterangan lain diperoleh dari Bambang, RT setempat juga menyebutkan warga melakukan kontak terakhir dengan keluarga tersebut sekitar tahun 2018. Setelah itu, warga lain tidak pernah berkomunikasi dengan anak dan istri Mudjoko.
Petugas kepolisian dari Polres Cimahi dan Polsek Padalarang, masih mengindentifikasi untuk mengumpulkan keterangan-keterangan dari saksi-saksi dan menunggu hasil otopsi dari RS Sartika Asih untuk mengetahui penyebab kematian kedua orang tersebut.*