"Operasi Mantap Praja ini akan berlangsung dari 21 Agustus hingga Desember 2024," katanya.
Dikatakan Karo Ops Polda Jabar, situasi dan kondisi dalam simulasi yang diperagakan adalah satu dari masalah yang sering timbul dalam Pilkada. Namun harus pula diingatkan jika harus dipersiapkan kondisi selain itu dan bahkan lebih daripada simulasi itu.
"Dalam simulasi itu sudah benar, namun harus diingat pula, kita harus belanja masalah lain. Operasi ini berbeda dengan operasi sebelumnya," tuturnya.
Jadi, tambah Budi, operasi Mantap Praja ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia dengan waktu yang sama.
"Kalau dulu, Pilkada hanya di Sumedang saja, tetapi saat ini kabupaten/kota banyak yang menyelenggarakan Pilkada," ujarnya.
Budi Wasono mengingat pula, saat ini Polres Sumedang harus mempersiapkannya sendiri sistem pengamanan, sebab Polda Jabar dibantu dari Kodam III Siliwangi, Brimob Polda Jabar, Samapta Polda Jabar, itu pasukannya akan dibagi.
"Kita juga meminta sebanyak 2 kompi dari Mabes Polri untuk backup untuk menjaga kalau situasi keamanan di Jabar," terangnya.
Karo Ops Polda Jabar itu menjelaskan situasi manakala terjadinya kampanye Paslon Bupati dan Wabup di Sumedang, yang bersamaan dengan kampanye Paslon Gubernur dan Wagub.
"Tentunya, harus semua kekuatan bisa terbagi. Intel harus bisa berperan, begitu juga dengan lalulintas harus mengarahkan supaya tidak terjadi bentrok satu dengan lainnya," ungkap dia.
Budi juga menyarankan apabila dalam kondisi kewalahan, tim Polres Sumedang bisa menghubungi pihaknya.
Simulasi Sistem Pengamanan Kota berakhir dengan tarian bersama para pemeran dalyang am acara tersebut.***