News

Pemkab Garut Dorong Lulusan Kesehatan Berperan Aktif dalam Pembangunan Daerah

Senin, 10 November 2025 | 18:53 WIB
Wisuda dan Pengambilan Sumpah Prodi D3 Keperawatan Universitas Bhakti Kencana Garut Tahun Akademik 2024-2025, yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Senin (10/11/2025). (Diskominfo Garut)

VIEWJABAR.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mendorong para lulusan di bidang kesehatan untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Garut, Maskut Farid, saat menghadiri Wisuda dan Pengambilan Sumpah Program Studi D3 Keperawatan Universitas Bhakti Kencana Garut Tahun Akademik 2024–2025, yang berlangsung di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Senin (10/11/2025).

Dalam sambutannya, Maskut Farid menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan vokasi di bidang keperawatan.

Baca Juga: Kios UMKM Ramaikan Stasiun Cipeundeuy Garut, Gerakkan Ekonomi Lokal di Tengah Pegunungan

Ia berharap para lulusan dapat segera mengabdi di tengah masyarakat Garut, khususnya dalam memperkuat sektor kesehatan.

“Pemerintah Kabupaten Garut saat ini tengah fokus membangun tiga sektor utama, yaitu kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, sesuai dengan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati,” ujar Maskut.

Lebih lanjut, ia memberikan apresiasi tinggi kepada pihak Yayasan Universitas Bhakti Kencana Garut yang telah berhasil meluluskan 113 tenaga kesehatan baru yang siap berkontribusi untuk daerah. Menurutnya, peran tenaga medis sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Garut.

Baca Juga: Mahasiswa Harus Turun ke Desa untuk Bangun Indonesia, Ini Penjelasan Mendes

Maskut juga menegaskan bahwa profesi kesehatan merupakan profesi yang mulia dan tidak dapat diukur dengan materi. Pekerjaan ini, katanya, memiliki tingkat risiko tinggi, sehingga harus dijalankan dengan niat tulus dan semangat pengabdian.

“Dari setiap risiko yang dihadapi, niat yang baik harus selalu menjadi dasar. Niatkan bahwa bekerja di bidang kesehatan adalah untuk membantu orang lain,” pesannya.

Ia pun mengajak seluruh wisudawan untuk menanamkan niat yang baik dalam menjalankan profesinya, agar dapat menjadi tenaga kesehatan yang bukan hanya profesional, tetapi juga berjiwa sosial dan penuh empati terhadap sesama.

Baca Juga: West Java Festival, Bukti Sinergi dan Inovasi Pariwisata Jawa Barat

“Niatkan dengan baik, dan insyaallah profesi yang rekan-rekan pilih ini tidak salah. Semoga membawa banyak keberkahan dan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.***

Tags

Terkini