Jabar Baheula, Bukan Deandles Ternyata Sosok Ini yang Pertama Kali Membuat Jalan ke Bandung

photo author
Silmi Kaffatan, View Jabar
- Minggu, 30 Oktober 2022 | 19:48 WIB
Jalan Braga Bandung di tahun 1935, akses jalan ke Bandung baru dibangun pada awal abad 18 itu pun baru jalan setapak, oleh seorang pekebun kopi. Foto/Facebook/Andy Hidayat/  (Silmi Kaffatan)
Jalan Braga Bandung di tahun 1935, akses jalan ke Bandung baru dibangun pada awal abad 18 itu pun baru jalan setapak, oleh seorang pekebun kopi. Foto/Facebook/Andy Hidayat/ (Silmi Kaffatan)

VIEWJABAR- Siapakah sosok yang pertama kali membangun akses jalan ke Bandung di Jabar baheula.

Herman Willem Deandles Gubernur jenderal Hindia Belanda yang membangun jalan raya Pos dari Anyer ke Panarukan.

Jalan yang dibangun Deandles tersebut tentunya melewati wilayah Bandung, Cianjur, Bogor, Sumedang Jabat.

Jalan Raya Pos dibangun pada abad ke 18 oleh Deandles untuk mempermudah akses transportasi di wilayah pulau Jawa termasuk Bandung.

Baca Juga: Jumlah Korban Tewas Tragedi Halloween Itaewon Jadi 153 orang, di Antaranya WNA 22 Orang, Ini Rinciannya

Akses jalan antara Anyer sampai Panarukan menjadi mega proyek Deandles yang sangat terkenal hingga sekarang.

Namun ternyata Deandles bukan orang pertama yang membuka akses jalan ke Bandung hingga akhirnya bisa dilalui kuda dan kendaraan dengan penggerak kuda.

Bandung di jaman baheula sama sekali terisolasi dari daerah lain di Jabar. Tidak ada akses jalan ke Bandung kecuali melalui sungai Cimanuk dan Citarum dengan menggunakan perahu atau rakit.

Bandung di jaman baheula merupakan hutan belantara dan danau yang dikenal dengan situ Hyang atau Danau Bandung purba.

Baca Juga: Anda Tidak Ingin Terlihat Cepat Tua, Ini Resep Cemilan Makanannya

Kawasan Bandung merupakan daerah yang masih dihuni banyak hewan buas termasuk Badak dan maung atau harimau. Bandung baheula disebut sebagai daerah tak bertuan.

Namun pada abad ke 17 tepatnya di tahun 1786, ke Bandung mulai ada jalan setapak yang menghubungkan Batavia atau Jakarta Bogor dan Bandung.

"Keterangan itu didapat dari sebut catatan perjalanan yang ditemukan oleh Prof Dr ECG Molsbergen," tulis Haryoto Kunto dalam buku Wajah Bandoeng Tempo Doeloe.

Jalan setapak yang bisa dilalui kuda itu menjadi sangat penting bagi perekonomian Kompeni Belanda di masa itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Silmi Kaffatan

Sumber: Buku Wajah Bandoeng Tempo Doeloe

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ada Apa di Pulau Kunti? Simak Penjelasannya di Sini

Minggu, 11 Februari 2024 | 07:46 WIB
X