VIEWJABAR - Maraknya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan Kabupaten Bogor, para pendidik Yayasan Ummul Quro serahkan naskah akademik ke DPRD Kabupaten Bogor.
Naskah akademik diserahkan para pendidik dari Yayasan Ummul Quro ke DPRD Kabupaten Bogor, sebagai bentuk keprihatinan maraknya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan Kabupaten Bogor.
Para pendidik dari Yayasan Ummul Quro menyampaikan naskah akademik sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan, dan naskah trsebut diterima Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim di Gedung DPRD Cibinong Rabu.
"Hari ini menerima audiensi dari Yayasan Ummul Quro Bogor beliau menyampaikan baik lisan, maupun naskah kajian terkait dengan maraknya kasus tindak kekerasan pada satuan pendidikan di Kabupaten Bogor," kata Agus Salim.
Ada tiga hal yang disampaikan pihak Ummul Quro kepada Agus Salim dalam naskah akademik tersebut. Pertama, para pendidik mendorong pemerintah daerah agar membuat regulasi khusus tentang pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis nilai agama.
Lalu yang kedua lanjut Agus, pihak Ummul Quro mendorong Organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meningkatkan kesehatan mental anak melalui penguatan program keagamaan dengan melibatkan berbagai elemen yang berkepentingan.
Dan yang ketiga Agus menyebut, Pihak Ummul Quro mendorong OPD terkait untuk meningkatkan peran keluarga melalui program pemberdayaan keluarga berkualitas, sebagai pondasi utama dalam mewujudkan generasi muda di Kabupaten Bogor yang berkeadaban dengan melibatkan elemen yang berkepentingan
"Kami dari DPRD menyambut baik, ini bagus dan seiring dengan visi-misi pemerintah daerah, yaitu Bogor Berkeadaban, memastikan generasi yang akan datang itu berkualitas," ujarnya.
Menurut dia, sejumlah rekomendasi dari naskah akademik itu akan dimasukkan kepada Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang sedang berjalan.
"Semoga saja naskah ini mungkin bisa masuk dalam agenda yang sedang kita bahas, Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren, mungkin sebagian akan ada di sana," katanya.
Sementara, rekomendasi lainnya kata Agus, yaitu tentang keluarga, akan dimasukkan secara khusus dengan Perda baru yang direncanakan dibuat pada 2024 mendatang.
Artikel Terkait
Pemkab Bogor Kerjasama Dengan Suez International, Iwan Setiawan : Untuk Memenuhi Kebutuhan Air Bersih
Presiden Jokowi Lantik Andi Amran Sulaiman Menjadi Mentan dan Letjen TNI Agus Subiyanto Menjadi KASAD
Persib Bandung Gelar Latihan Perdana Pasca Melawat ke Samarinda, Sato dan Reky Masih Berlatih Terpisah
Andi Amran Sulaiman Resmi Dilantik Presiden Jokowi Menjadi Menteri Pertanian, Inilah Biografi Singkatnya !
Dosen IPB University : Investasi bukan tentang harta semata, tetapi investasi anak jauh lebih penting !