Kiray Kampung Talun Saat Ini Sudah Di Kirim Hingga Ke Jogya

photo author
Eko Aripyanto, View Jabar
- Senin, 27 Februari 2023 | 12:27 WIB
Nasihin, penjual hateup di Kampung Talun, Desa Mangunreja Tasikmalay. Foto/Doc/fakhira/
Nasihin, penjual hateup di Kampung Talun, Desa Mangunreja Tasikmalay. Foto/Doc/fakhira/

VIEWJABAR - Sudah sejak puluhan tahun warga kampung Talun desa Salebu kecamatan mangunreja Tasikmalay terkenal sebagai pengrajin hateup yang terbuat dari kiray.

Ribuan kiray Kiray yang sudah terikat dan siap pakai, terlihat di sepanjang jalan kampung Talun tepatnya di pinggir jalan Singaparna Garut.

Nasihin (67) warga sekitar mengungkapkam bahwa usaha pembuatan kiray tersebut merupkan warisan dari orang tuanya dulu.

Baca Juga: Akibat Di Teror Monyet, Pemasukan PBB Desa Tanjungsari Menurun Drastis

"Orang tua saya sejak dulu profesinya memang tukang membuat kiray, dan saya sendiri Sejak usia 15 tahun sudah mulai belajar membuat kiray" katanya saat di temui di rumahnya Senin (27/2).

Kiray kiray yang bertumpuk di depan rumah Nasihin, yang tepatnya berada di pinggir jalan antara Mangunreja Salawu bukan hanya hasil pembuatannya sendiri, namun juga merupakan hasil pembutan warga sekitar.

"Ya alhamdulilha warga di sini mah terutama ibu ibu, kebanyakan usahanya itu cuma membuat kiray" katanya.

Baca Juga: Jarang Banyak yang Tahu, Ternyata Kulit Pepaya Memiliki Banyak Manfaat untuk Wajah, Simak Apa Saja?

Kiray kiray dari kampung Talun tersebut kata Nasihin, yang Hingga kini masih terus berupaya melanjutkan usaha warisan orang tuanya tersebut tak hanya memenuhi konsumen yang ada di sekitar Tasikamaya saja, namun dari luar kota juga banyak juga yang memesanya.

"Yang paling sering mah ke Bandung, Lembang, Cianjur, ke Bogor bahkan Sampai juga ke jogjakarta" kata Nasihin.

Mereka yang membeli Kiray, umumnya di ngunakan untuk atap saung atau gazebo, rumah makan dan juga untuk atap kafe kafe.

Baca Juga: Inilah 4 Langkah untuk Merawat dan Mencegah Kulit Kering, Simak Apa Saja?

Banyaknya pesanan dari luar kota, kata Nasihin, karena kualitas kiray dari kampung Talun, menurutnya kualitasnya sangat bangus.

Sedangkan untuk harganya, satu ikat kiray berisi 25 lembar biasanya dia jual berkisar sekitar 50.000 hingga 75.000.

"Kalau untuk ke luar kota mah minimal 100.000 ikat, dan harganya juga beda, Karena ongkos krimnya juga mahal" kata Nasihin.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Eko Aripyanto

Sumber: Liputan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X