VIEWJABAR - Pemerintah terus melakukan upaya untuk memastikan sumber daya manusia (SDM) Indonesia memiliki kualitas dan berdaya saing tinggi, salah satunya dengan memprioritaskan percepatan penurunan stunting.
Dimana Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atau Menko PMK, Muhadjir Effendy mengingatkan untuk para orang tua bahwa konsumsi protein hewani sangat penting untuk mengoptimalkan perkembangan otak anak dan mencegah terjadinya stunting.
"Perlu ditekankan bahwa masalah stunting itu bukan hanya soal tinggi atau pendeknya tubuh anak, serta bukan soal berat atau ringannya bobot anak, tapi yang lebih penting sebetulnya adalah bagaimana otak anak berkembang dengan optimal," katanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut maka kunci utama yang perlu menjadi perhatian bersama, kata dia, adalah memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang baik, sehat, dan cukup, sesuai dengan kebutuhan harian.
"Konsumsi protein hewani penting untuk mendukung perkembangan otak anak," kata Muhadjir Effendy dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Menko PMK menjelaskan bahwa salah satu upaya untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak adalah dengan memberikan asupan bergizi seimbang yang kaya akan protein hewani sejak 1.000 hari pertama kehidupan anak.
Baca Juga: Wakil President Ma'rup Amin: Angka Stunting di 2024 Harus Capai 14 persen
Muhadjir menambahkan, orang tua dapat memenuhi kebutuhan gizi anak dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang ada di sekitar.
"Misalkan telur, teri, ikan kembung, daging ayam, atau bahkan daging sapi, dan berbagai protein hewani lain yang ada di sekitar," katanya.
Bahkan, kata dia, asupan bergizi seimbang yang kaya akan protein hewani sangat dibutuhkan oleh anak sejak di dalam kandungan.
Baca Juga: Rektor UPI Sebut Gerbang Terakhir Seleksi Pendidikan, Sedikitnya 2 229 Guru Diambil Sumpah Profesi
"Oleh karena itu ibu yang sedang hamil juga perlu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung protein hewani," katanya.
Pemerintah, kata dia, terus mengoptimalkan program percepatan penurunan stunting, salah satunya dengan memastikan terpenuhinya gizi ibu hamil dan balita.
Prevalensi stunting di Indonesia, kata dia, saat ini berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), adalah 21,6 persen.
Artikel Terkait
Benarkah Pertemuan Adalah Kesempatan, H Anda: Pangmotokeun Ke Urang Dahar Bareng!
Wakil President Ma'rup Amin: Angka Stunting di 2024 Harus Capai 14 persen
Inilah 5 Obat Herbal Penurun Darah Tinggi atau Hipertensi
Ajarkan Anak Menabung Sejak Dini Agar Dapat Mengelola Uang Dengan Baik
Rotasi Mutasi Promosi, Semua Orang Kaget, Dedi Suryadin: Ba'da Subuh Teh Ngagoler Deui, Kepala KCD XII Ganti
Sindikat Pencurian Kendaraan Roda Empat Terungkap Tiga Pelaku Diamankan
LBH Ansor Ajukan Perlindungan ke LPSK Untuk Dapid, Korban Dari Penganiayaan Mantan Penjabat Ditjen Pajak