Hebat, Pemdes Pusparaja Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Lewat Bercocok Tanam, Ini yang Dilakukan

photo author
- Rabu, 29 Maret 2023 | 16:35 WIB
Kepala Desa Pusparaja, Ajo Sutarjo melihat warga yang sedang bercocok tanam sayuran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Foto / ViewJabar / Fakhira /.
Kepala Desa Pusparaja, Ajo Sutarjo melihat warga yang sedang bercocok tanam sayuran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Foto / ViewJabar / Fakhira /.

VIEWJABAR - Pemerintah desa atau Pemdes Pusparaja Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya mengajak ibu ibu untuk bercocok tanam.

Hal itu dilakukan dalam rangka mengimplementasikan Program P2WKSS atau Program Peningkatan, Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera yang gemborkan pemerintah.

Untuk menumbuhkan semangat masyarakat dalam bercocok tanam tersebut, pihak pemerintah desa memberikan modal berupa berbagai benih sayuran, pupuk dan kebutuhan pertanian lainnya.

Baca Juga: Motor Berknalpot Bising Terus Diburu Polisi, Ratusan Motor Terjaring Razia

"Kami bangga terhadap ibu ibu yang terlihat sangat antusias untuk melaksanakan program P2WKSS ini," kata kepala desa Pusparaja, Aji Sutarjo.

Kelompok Tani Wanita di desa Pusparaja ini dibentuk dalam empat kelompok dengan masing masing kelompok beranggotakan 25 orang.

"Karena program ini sifatnya untuk keseluruhan masyarakat, maka yang tidak tergabung dalam kelompok, akhirnya ikut juga melaksanakan penanaman secara mandiri" kata Ajo Sutarjo lagi.

Baca Juga: Bumdes Desa Sukakarsa Kabupaten Tasikmalaya Bisa Atasi Kenaikan Harga Telur, Ini Langkahnya

Program P2WKSS di desa Pusparaja ini sudah berlangsung selama lima bulan. Sehingga tidak heran jika di pekarangan pekarangan rumah, hingga di pinggir pinggi jalan, banyak terlihat berbagai macam tanama sayuran.

Aneka sayuran yang ditanam warga desa Pusparaja tersebut antara lain kangkung darat, pokcay, bawang daun, selada bokor, cabe dan juga tomat.

"Selama kurang lebih lima bulan ini ada yang sudah dua kali panen, karena jenis tanaman sayuran ini umurnya paling lama hanya dua bulan, sudah bisa di panen" kata Ajo.

Baca Juga: Sekarang Biaya Sekolah Untuk SMA, SMK Negeri Gratis, Kata Ali Rasyid Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Sekolah

Sedangkan berbagai macam sayuran hasil dari kebun masyarakat tersebut di jual langsung oleh Anggota kelompok kepada masyarakat lainya yang membutuhkan.

"Jadi mereka itu tidak hanya bisa menanam dan memelihara saja, tapi juga dalam penjualannya pun langsung dilakukan oleh mereka kepada masyarakat sekitar" kata Ajo

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Silmi Kaffatan

Sumber: Liputan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X