Yaitu melakukan konsultasi dengan Dinas pertanian, apakah tanaman obat yang ditanam dengan nama nama asing itu jika dikonsumsi memiliki kebermanfaatan.
Baca Juga: Omek, Tukang Ojeg yang Tewas Gantung Diri Di Pohon Jambu
Atau sebaliknya akan menimbulkan efek lain terhadap kesehatan tubuh. Dengan sendirinya, tandas Dadah, di Mapel (matapelajaran) biologi pun terbantu.
Sedangkan sebagai upaya mengenalkan kebermanfaatan Toga bagi kesehatan tubuh yang ditanam, dilakukan dengan cara memasang, literasi atau melalui mading (majalah dinding) yang memaparkan penjelasan tanaman terkait.
Disamping melakukan sosialisasi kepada warga sekolah. Dikatakannnya, kita di sini tenaganya sangat terbatas karena kesibukan serta banyak yang merangkap tugas.
Baca Juga: Kapolres Tasikmalaya, Antar Bansos Ke Rumah-Rumah Warga di Desa Parentas
"Saya sendiri kan, ya mengajar biologi, Kepala Perpus, Satgas GLS, Pembina Parmuka dan yang lainnya," kata Dadah.
Melalui Eskul (ekstra kulikuler) itulah, lanjutnya lagi, dilakukan sosialisasi Toga. Pihaknya berharap, kedepan Toga ini bisa dimanfaatkan, minimal bagi warga sekolah di sini.
Peran Kepala SMAN 5
Menyinggung peran Kepala Sekolah, kata Dadah, beliaulah yang memotivasi terbentuknya Toga ini hingga memberikan fasilitas guna keperluan Toga.
Awalnya, area yang digunakan Toga adalah area yang kurang bermanfaat dan sering dijadikan tempat iseng membuang sampah oleh siswa siswi
Baca Juga: Kiray Kampung Talun Saat Ini Sudah Di Kirim Hingga Ke Jogya
Namun setelah munculnya Toga, tutur Dadah, mereka tidak lagi melakukan hal hal yang dianggap buruk dan mengotori lingkungan sekolah.
"Ya alhamdulilah dengan adanya Toga ini mereka (siswa siswi) akhirnya sadar dan ikut merawatnya pula," ucapnya.***