Kawasan Jalan Nagreg Kabupaten Bandung Simpan Sejarah, Masyarakat Eropa Sukai Pemandangan

photo author
Budi SK, View Jabar
- Jumat, 28 Oktober 2022 | 08:13 WIB
Dua gambar perkembangan dari masa ke masa kawasan Nagreg di Kabupaten Bandung (Kolase tangkap layar YouTube Kodar Solihat)
Dua gambar perkembangan dari masa ke masa kawasan Nagreg di Kabupaten Bandung (Kolase tangkap layar YouTube Kodar Solihat)

Pada tahun 1920an suasana saat itu masih sederhana dan sepi karena jarang dilalui kendaraan.

Baca Juga: Resep Japanese Cheesecake yang Super Lembut dan Lembut, Cocok untuk Teman Minum Teh dan Ide Jualan

Kendaraan yang dijadikan mobilitas saat itu adalah gerobak kuda atau penunggang kuda. Sedangkan kendaraan mobil masih jarang.

Rumah penduduk di sekitar jalan pun tidak seramai seperti sekarang ini, masih jarang dijumpai.

Pada tahun 1929 pemukiman penduduk yang ada di sekitar jalan Nagreg masih terbuat dari bahan bambu.

Baca Juga: Intip Rumah Bintang MU Cristiano Ronaldo di Portugal yuk, Konon Termahal di Negerinya!

Salah satu ciri khas percabangan jalan antara Tasikmalaya dan Garut ini adalah banyaknya pohon kelapa.

"Dan pohon pohon kelapa itu masih tetap ada meski jumlahnya bisa dihitung dengan jari," ucapnya.

Kodar Solihat menyebutkan jika perkembangan percabangan kawasan Nagreg saat kolonial Belanda adalah masih sempit dan kecil.

Baca Juga: Masih Wajib Lapor, Rizky Billar Kembali Berbuat Ulah, Langsung Kena Semprot Tetangga

Suasana yang masih bertahan hingga saat ini adalah suasan teduh dan nyaman.

"Hingga saat ini suasana itu masih terasa terutama bagi para pengendara yang memanfaatkan jalur tersebut," tuturnya.

Di zaman semasa perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947 pada 2 September 1947 pukul 09.00 WIB pagi.

Baca Juga: BKN dan Kementerian PAN RB Jelaskan Proses Pengadaan PPPK ASN 2022 Berikut Jadwal dan Tahapannya

Pihak Indonesia menembaki sebuah konvoi pasukan Belanda yang melewati jalur Nagreg. Serangan itu membuat tentara Belanda kalang kabut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi SK

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X