Update Gempa Cianjur, Lokasi Bencana Sebagian Besar Gelap, Terjadi 88 Kali Gempa Susulan

photo author
Lalan Tresna, View Jabar
- Selasa, 22 November 2022 | 07:23 WIB
Gubernur Jawa Barat berbincang dengan para korban gempa Cianjur (Twitter Ridwan Kamil)
Gubernur Jawa Barat berbincang dengan para korban gempa Cianjur (Twitter Ridwan Kamil)

VIEWJABAR - Jumlah korban tewas akibat gempa Cianjur Jawa Barat hingga Selasa 22 November 2022 pagi ini tercatat 162 meninggal dunia dan 326 luka. Jumlah ini, baik korban meninggal maupun luka, diperkirakan akan terus bertambah seiring masuknya data baru dari lapangan.

Dikhawatirkan, di lokasi gempa Cianjur masih ada warga yang masih tertimbun reuruntuhan bangunan atau longsor. Tim BPBD, TNI, Polri serta relawan terus disebar ke titik-titik reruntuhan bangunan.

Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil yang berada di lokasi gempa Cianjur sejak kemarin petang mengabarkan, kondisi di lokasi bencana hingga pagi ini masih rawan.

Sejak gempa Cianjur 5.6 M pada kemarin siang, deretan gempa susulan terus terjadi.

Baca Juga: Ini Penyebab Guncangan Gempa Cinjur, Dwikorita: Tunjuk Sesar Cimandiri, Monitoring Gempa Susulan

Data yang diterima Gubernur menyebutkan, terjadi gempa susulan sebanyak 88 kali dengan skala 1,5 sampai dengan 4,8 SR.

"88x getaran/gempa susulan terjadi di skala 1,5 s.d 4,8 skala richter, suasananya masih rawan," unggah Ridwan Kamil dalam akun Twitternya Senin 21 November 2022 pukul 21.00 WIB.

Ketika Ridwan Kamil memimpin rapat koordinasi penanganan gempa bersama Forkopimda Cianjur dan Provinsi Jawa Barat, gedung yang digunakan tempat rapat beberapa kali bergetar akibat gempa susulan.

Selasa 21 November 2022 pagi ini sejumlah alat berat bergerak ke titik-titik bencana untuk membereskan reruntuhan sekaligus melakukan pencarian korban tertimbun.

Baca Juga: BNPB Segera Kirim Helikopter ke Lokasi Bencana, Berikut Ini Update Data Korban dan Kerusakan Gempa Cianjur

Data dari BPBD Cianjur menyebutkan, jumlah pengungsi sebanyak 13,400 orang. Mereka dipusatkan di Pendopo Cianjur dan sejumlah lokasi lainnya.

Kondisi sebagian besar lokasi bencana gelap karena listirik padam. Pengungsi dan para korban ditangani dengan penerangan mengandalkan lampu handphone dan penerangan sederhana. 

Ridwan Kamil menyebutkan, kondisi listrik baru menyala 20 persen akibat gempa. Dibutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk memulihkan listrik agar normal kembali.

Baca Juga: Guncangan Gempa Cianjur Terasa Kuat di Bogor, Anak-anak Sekolah Berhamburan Keluar Kelas

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lalan Tresna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X