Anak-anak Penyintas Gempa Cianjur Belajar Baca Quran di Tenda Pengungsian

photo author
Silmi Kaffatan, View Jabar
- Sabtu, 26 November 2022 | 11:41 WIB
Warga penyintas gempa Cianjur tinggal di tenda pengungsian, anak anak belajar ngaji Al Quran saat mengiso waktu di tenda pengungsian. Foto /Instagram /infojktku/.
Warga penyintas gempa Cianjur tinggal di tenda pengungsian, anak anak belajar ngaji Al Quran saat mengiso waktu di tenda pengungsian. Foto /Instagram /infojktku/.

"Kewajiban bagi orang tua, agar anak-anak belajar. Belajar itu hak anak. Meski di pengungsian diisi dengan kegiatan positif," kata Siti Hafsoh dilansir ViewJabar dari Antara Sabtu 26 November 2022.

Siti Hafsoh mengajar ngaji Al Quran kepada anak-anak yang tinggal di tenda pengungsian yang dibangun Resimen II Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri

Di tenda tersebut setidaknya tinggal sekitar 200 pengungsi yang terdiri dari anak-anak lansia dan juga orang dewasa.

Baca Juga: Jumatan Pertama di Lokasi Gempa Cianjur, Begini Unggahan Seorang Korban, Sangat Menyentuh

Dan anak anak yang mengungsi di tenda pengungsian merupakan murid dari Madrasah Diniyah Umar Bin Khattab yang rusak akibat gempa Cianjur.

Karena bangunan madrasah rusak akibat gempa Cianjur, maka proses belajar pendidikan agama dialihkan ke tenda pengungsian.

Siti Hafsoh merupakan staf pengajar di Madrasah Diniyah Umar Bin Khattab pimpinan Ustadz Usman Similar.

Untuk itu Siti Hafsoh mengalihkan pembelajaran Al Quran di tenda pengungsian dan dilakukan di siang hari. Karena jika malam hari di lokasi pengungsian belum ada penerangan.

"Kan malam hari enggak ada listrik di sini, jadi belajar ngajinya siang, kegiatannya antara satu sampai dua jam," kata Siti Hafsoh.

Baca Juga: Gempa Guncang Tenggara Mukomuko Hari Ini Jumat 25 November, Kekuatan 4,3 Magnitudo

Proses kegiatan belajar mengajar di lokasi pengungsian sama sekali tidak ada paksaan bagi anak-anak.

Jadi anak anak tidak terbebani untuk ikut ngaji atau tidak, sehingga belajar ngaji Al Quran ini semaunya anak anak.

Raysha Salsabila Swara (11) siswa SD Negeri Cijedil, mengaku senang bisa belajar ngaji. Apalagi sekolah tempat belajar rusak akibat gempa Cianjur.

Ketika belajar ngaji di tenda pengungsian Rasya Salsabila mengaku ada kegiatan, dan sangat merindukan bisa sekolah lagi.

Gempa Cianjur menyebabkan banyak korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat ada 310 orang meninggal dunia akibat gempa Cianjur. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Silmi Kaffatan

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X